Sunday, January 16, 2011

Dua Pembacok TNI di Depok Diserahkan ke Polisi

Jakarta - Dua pelaku pembacokan terhadap anggota TNI, Kopda Amiruddin (33), telah diserahkan ke Polres Depok. Mereka pun dinyatakan sebagai tersangka dan mendekam di balik jeruji besi.

Menurut Kapolres Depok Kombes Ferry Abraham, kedua pelaku ini dibawa ke polisi oleh tokoh masyarakat Amir Latuconsina (49). Kedua pelaku ini adalah Muhammad Nur Wailissa (26) dan Freddy Seipalla (26). Keduanya warga Depok kelahiran Ambon.

"Semalam pada 16 Januari 2011 pukul 23.00 WIB, kita sudah mengamankan dua tersangka. Ada salah satu tokoh menyerahkan tersangka ke polres, sehingga kita melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan," kata Ferry kepada detikcom, Senin (17/1/2011).

Mengenai motif pelaku, dugaan sementara polisi adalah balas dendam. Menurut Ferry, seorang pelaku mukanya lebam-lebam akibat baku hantam.

"Diduga ini aksi balas dendam," imbuh Ferry.

Kepada polisi, salah satu pelaku mengaku pada awalnya ada perkelahian di cafe dan saudaranya dipukuli. Pelaku lantas bertanya pada pihak keamanan yang rupanya adalah korban, Amiruddin (33), yang merupakan anggota TNI.

"Dia tanya 'mana yang memukuli saudara saya'. Nggak ketemu akhirnya malah ribut dengan korban. Korban pun dipukuli," jelas Ferry.

Amiruddin tewas bersimbah darah akibat luka bacok di kepala. Pelaku dikenakan pasal 359 KUHP karena menghilangkan nyawa orang lain dengan ancaman 5 tahun penjara.

"Tadinya mau balas dendam, malah salah orang," tutupnya.

Nenek 69 Tahun Sabet Juara 2 Internasional Kaligrafi Cina

Bandung - Tjutju Widjaja (69), wanita paruh baya ini menyaber gelar juara 2 dalam kompetisi Internasional Kaligrafi Cina yang berlangsung di Shanghai pada Desember 2010.

Ia meraih juara 2 bersama 24 orang lainnya. Dari 25 peserta yang meraih juara 2 tersebut, 4 pemenang di antaranya berasal dari Indonesia yang salah satunya diraih oleh Tjutju yang saat ini tinggal di Jalan Banda No 37.

"Pengumuman sebenarnya akhir Desember. Tapi saya baru tahu sekitar tanggal 3 atau 4 Januari kemarin," kata Tjutju saat ditemui di kediamannya, Senin (17/1/2011).

Dalam kompetisi tersebut, Tjutju harus bersaing dengan peserta dari berbagai dunia. Karya yang diperlombakan di even tersebut lebih dari 7.500 karya kaligrafi Cina.

Dari karya sebanyak itu, ditetapkan juara satu sebanyak 10 orang, juara dua 25 orang, dan juara tiga 65 orang. Mereka yang meraih penghargaan tersebut, mayoritas adalah laki-laki. Sementara Tjutju adalah satu dari sedikit perempuan yang memenangkan penghargaan tersebut.

"Perempuan yang ikut dan mendapat penghargaan ini jumlahnya saya tidak tahu pasti, tapi memang sedikit. Saya bangga bisa memenangkan penghargaan ini apalagi saya perempuan.

Dijelaskan Tjutju selain menggeluti kaligrafi Cina, ia juga menekuni dunia seni lukis. Bahkan ia sudah 3 kali menggelar pameran lukisan tunggal hasil karyanya sejak 2008 sampai 2010. Masing-masing di Maranata, RS Imanuel dan Hotel Anggrek.

"Saya sebenarnya tidak hanya menggeluti dunia kaligrafi Cina, tapi lukisan juga. Kalau kaligrafi Cina sebenarnya sudah suka sejak lama. Tapi baru digeluti total sekitar 2 tahun terakhir."

Menurut Tjutju dalam kurun 2 tahun tersebut ada sekitar 10 penghargaan kaligrafi Cina yang diraihnya.

"Kurang lebih ada sekitar 10 penghargaan baik tingkat lokal ataupun internasional. Yang paling membanggakan ya penghargaan terakhir ini," pungkasnya.

Pemerintah Tak Hadir, Sidang Gugatan Burung Garuda Ditunda Dua Minggu

Jakarta - Sidang gugatan pemakaian lambang burung Garuda di kostum Timnas Sepakbola ditunda dua mingggu hingga 31 Januari 2011. Pemerintah selaku pihak yang digugat atau kuasa hukum yang mewakilinya tidak hadir di persidangan.

Sidang pidana yang dimohonkan oleh pengacara publik David Tobing ini digelar di PN Jakpus, Jl Gadjah Mada, Senin (17/1/2011).

Tobing sebagai penggugat juga tidak datang dan diwaliki oleh tiga kuasa hukumnya. Sidang dipimpin oleh hakim Ennid Hasanudin dan berlangsung hanya 5 menit dari pukul 13.30 WIB hingga pukul 13.35 WIB.

"Sidang ditunda dua minggu dengan perintah juru sita pengadilan untuk memanggil kembali pihak yang tergugat, pada persidangan yang akan datang," ujar Ennid sebelum menutup sidang.

Sebelum itu, Ennid juga memeriksa kelengkapan syarat-syarat persidangan. Dia menemukan belum kembalinya tanda terima pengiriman surat panggilan bersidang kepada dua tergugat yakni PSSI (tergugat IV) dan PT Nike Indonesia (tergugat V).

Sementara tanda terima surat panggilan sidang untuk Presiden (tergugat I), Mendiknas (tergugat II), Menpora (tergugat III), sudah diterima kembali oleh pengadilan.

"Yang kembali baru tergugat I, II dan III. Selebihnya belum," kata Ennid.

Dalam kesempatan itu, Harry Simanjuntak, pengacara Tobing juga melakukan perubahan draf gugatan. Namun perubahan tersebut tidak signifikan. Hanya alamat PSSI yang sebelumnya ditulis di Jl HR Rasuna Said menjadi di Gelora Bung Karno.

"Menurut isi UU, lambang Garuda itu tidak boleh digunakan sembarangan. Makanya kita mengajukan gugatan. Agenda berikutnya kita pertama mau mediasi dulu," tutur Ennid.

Dalam gugatannya, David menggugat Presiden, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga, PSSI dan PT Nike Indonesia. David menilai Presiden dan Mendiknas selaku penanggung jawab lambang negara harus bertanggung jawab, termasuk Menpora yang membiarkan Garuda dipasang dalam kostum.

DPR Siapkan Pansus Mafia Pajak

Jakarta - DPR akan mempersatukan Panja Pemberantasan Mafia Pajak, Panja PPNS, Panja Penegakan Hukum, dan Panja Pajak menjadi Pansus Mafia Pajak. Pansus lintas Komisi III dan XI DPR ini diharapkan akan mengurai benang kusut di balik kasus mafia pajak Gayus Tambunan.

"Panja-panja yang sudah disepakati masuk bergabung, muaranya ke Pansus Mafia Pajak," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2011).

Aziz mengatakan, Komisi III DPR dan Komisi XI DPR terus melakukan komunikasi. "Panja Komisi XI bisa sejalan dengan Panja Komisi III. Pada saat disepakati Pansus maka anggota Komisi III dan XI akan ditarik ke fraksi. Pada saat Bamus menyepakati, maka anggota akan diambil ke Pansus," ujar Aziz.

Dalam kesempatan itu, Aziz juga menyoroti kemungkinan dibentuknya Pansus Century lagi. Pansus Century bisa dibentuk lagi apabila penegak hukum gagal mengusut kasus Century.

"Sejauh ini juga tidak ada garis fraksi dari partai. Silakan anggota fraksi melihat secara jernih. Angket itu kan menjalar ke Pansus, angket untuk meminta keterangan," kata Aziz.

Kemkum HAM Belum Siapkan Tempat Pendaftaran Parpol

Jakarta - Pada hari pertama pendaftaran partai politik, pihak Kementerian Hukum dan HAM belum menyediakan tempat secara khusus untuk malayani pendaftaran. Tempat pendaftaran akan dilakukan sambil jalan karena pendaftaran pada hari-hari awal biasanya masih sepi.

"Kan kalau awal-awal masih sepi. Kalau sudah mendekati akhir baru membludak," ujar Direktur Tata Negara Kemenkum HAM, Asyarie Syihadudin di ruang kantornya, Senin (17/1/2011).

Tahap pendaftaran parpol dimulai pada hari ini dan akan ditutup 22 Agustus 2011 nanti. Namun berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, belum ada persiapan khusus terkait dengan pendaftaran ini.
Di bagian Direktur Tata Negara lantai 6, tidak ada kegiatan atau penyiapan tempat khusus untuk pendaftaran parpol ini.

Salah seorang petugas mengatakan, tempat penerimaan berkas ada di lantai 8. Namun setelah dicek ke lantai 8, tampak pemandangan yang sama, yakni tidak ada ruangan yang disiapkan khusus untuk pendaftaran.

"Betul di lantai 8. Sedang kita persiapkan. Mungkin tadi sedang tidak ada petugasnya," ujar Asyarie.

Adapun untuk persyaratan pendaftaran verifikasi, yakni melampirkan akta notaris yang memuat pendiri dari tiap propinsi, minimal 30 orang. Sehingga totalnya berjumlah 990 orang untuk 33 propinsi. Persyaratan verifikasi lainnya, parpol memuat kepengurusan partai tingkat pusat, yang menetapkan 30 persen keterwakilan perempuan.

Parpol juga melampirkan surat keterangan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa Politik) untuk kepengurusan tingkat propinsi sebesar 100 persen dan kabupaten/kota sebesar 75 persen. Untuk kepengurusan tingkat kecamatan dilampirkan surat keterangan dari camat. Parpol juga melampirkan KTP dari lima orang pengurus tertinggi yang tercantum dalam kepengurusan partai tersebut.

"Kemudian surat keterangan domisili untuk kepengurusan tingkat propinsi dan kabupaten. Yang berakhir atau paling tidak sampai tahapan pemilu. Misalnya, kalau sewa sekurang-kurangnya sampai Mei 2014," papar Asyarie.

"Verifikasi juga melampirkan surat pernyataan bahwa si pendiri partai adalah benar dari partai itu dan tidak merangkap dari partai lain. Terakhir, melampirkan surat keterangan rekening bank untuk tingkat nasional atau kantor DPP," sambungnya.

RI Bakal Impor 3 Juta Ton Baja di 2011

Jakarta - Asosiasi Besi dan Baja Nasional atau biasa disebut The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) menyatakan Indonesia masih harus mengimpor baja sebanyak kurang lebih 3 juta tahun ini. Impor dilakukan untuk memenuhi tingginya kebutuhan baja dalam negeri.

"Demand nasional 8-9 juta ton/tahun, produksi nasional hanya 4-5 juta ton/tahun. Produksi KS (PT Krakatau Steel Tbk) 2,75 juta ton, jadi total konsumsi 7,425 juta ton. Dengan demikian, ada impor kurang lebih 3 juta ton," kata Co Chairman Falt Product IISIA sekaligus Direktur Pemasaran KS, Irvan Hakim di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/1/2011).

Ia mengatakan, sektor pendorong konsumsi baja, yaitu sektor manufaktur dan konstruksi diperkirakan akan naik tajam tahun ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diramal bisa tembus 6,4%. Untuk manufaktur diprediksikan tumbuh menjadi 4,4% (2011) dari 4,0% (2010). Untuk konstruksi tumbuh menjadi 7,3% (2011) dari 6,8% (2008).

"Konsumsi baja nasional diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan sektor industri terkait," ujarnya.

Selain dari pertumbuhan ekonomi, konsumsi baja juga didorong oleh peningkatan produksi otomotif. Berdasarkan data Gaikindo, ada peningkatan produksi mobil sebesar 15% pada tahun 2010, menjadi 560.000 unit dari sebelumnya 483.000 (2009). Untuk motor ada peningkatan sebesar 11%, yaitu dari 5,9 juta unit (2009) menjadi 6,5 juta unit (2010).

"Untuk 2011 diproyeksikan ada peningkatan produksi mobil dan motor, mobil menjadi 620.000 unit dan motor 7,2 juta unit," imbuhnya.

Menurutnya, secara otomatis permintaan baja nasional terhadap sektor otomotif juga mengalami kenaikan. Untuk produksi HR (baja hitam) naik dari 236.000 ton (2009) menjadi 275 (2010) atau naik 20%. Untuk produk CR (baja putih) naik dari 239.000 (2009) menjadi 267.000 (2010) atau naik 10%.

Bom di Kampus UKI Nihil, Polisi Telusuri Jejak Pengirim SMS

Jakarta - Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, dinyatakan aman dari bom setelah dilakukan penyisiran selama 1,5 jam oleh polisi. Namun polisi hingga kini masih menelusuri pelaku pengancam bom melalui pesan singkat dengan bekerjasama dengan provider telekomunikasi.

"Dari penyisiran tadi dari pukul 10.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB, kita tidak menemukan barang yang mencurigakan di lokasi kampus. Kita sudah sisir semua gedung Fisip, Sastra, Kedokteran, Teknik dan Rektorat, itu tidak ada," ujar Kasat Reskrim Polres Jaktim Kompol Dodi Rahmawan saat ditemui di Kampus UKI, Cawang, Jaktim, Senin (17/1/2011).

Menurut Dodi, pihaknya juga telah memeriksa 5 mahasiswa yang menerima pesan singkat berisi ancaman bom itu. Namun kelimanya mengaku tidak mengenal pelaku.

"Mereka mengaku tidak mengenal siapa pengirimnya. Sampai saat ini juga kita masih menyusuri jejak pengirim dengan bekerjasama dengan provider," terang Dodi.

Dodi menambahkan, pesan singkat ancaman bom dikirim pelaku ke 5 mahasiswa dan mahasiswi. Rahmi, salah satu penerima pesan singkat dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan mengirim balik pesan singkat itu ke Pembantu Rektor (Purek) I. Pesan singkat itu lalu disebarkan ke pihak kampus dan pihak pengamanan. Setelah tidak ditemukan siapa pengirimnya, pihak kampus menghubungi polisi.

Bunyi pesan singkat ancaman bom UKI itu yakni, "Kalau masih sayang nyawa besok jangan ke kampus karena besok saya mau ledakkan kampus UKI. Saya dendam dengan UKI yang tidak meluluskan dua kali sidang saya."

Pantauan terakhir detikcom, 2 anjing pelacak dari Unit K9 Polda Metro Jaya sudah dipulangkan. Mahasiswa dan karyawan sudah masuk kembali seperti biasa.