Showing posts with label polisi. Show all posts
Showing posts with label polisi. Show all posts

Monday, November 25, 2013

Polwan Berjilbab, Begini Ketentuannya

TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya, Suparti, mengatakan polisi wanita (polwan) di Polrestabes Surabaya sudah mulai mengenakan jilbab. Namun, kata Suparti, dana yang digunakan untuk kebutuhan berjilbab merupakan dana pribadi polwan. "Ini kan keinginan masing-masing orang, tidak memaksa, jadi ya pakai duit pribadi," katanya kepada Tempo di ruang kerjanya, Jumat, 22 November 2013.
Kata Suparti, warna jilbab tersebut disesuaikan dengan seragam dinas. Warna putih untuk polwan satuan lalu lintas (satlantas) dan warna krem atau cokelat muda untuk polwan dengan seragam dinas cokelat. Sedangkan untuk polwan intel dan reserse kriminal (reskrim) lebih fleksibel sesuai dengan pakaiannya saat itu. "Kalau intel dan reskrim kan berpakaian bebas, jadi disesuaikan saja warnanya," ujar Suparti.
Bagi polwan yang berjilbab, kata Suparti, seragam yang dikenakannya bukan lagi Pakaian Dinas Harian (PDH) yang berwarna cokelat dengan lengan pendek. Mereka akan menggunakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dengan lengan panjang. "Sehingga PDH tidak akan terpakai lagi," katanya.
Terkait dengan model yang lebih detail, Suparti menduga, dalam waktu dekat ini, aturan tersebut akan sampai di lingkungan kepolisian. "Kita tunggu sajalah, ya," ujar Suparti.
Anggota Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya, Bripda Wahyu Septi, mengaku sangat bersyukur atas diperbolehkannya para polwan berjilbab. Polwan yang berjilbab sejak duduk di bangku SMP ini tak keberatan mengeluarkan dana pribadi untuk kebutuhan jilbab dinasnya. "Semoga ini barokah. Saya harap, semakin hari semakin banyak yang berjilbab," kata Septi.

Saturday, April 21, 2012

Teganya, Hanya karena Ngamuk, Polisi Borgol Anak Enam Tahun Inip

Inilah yang terjadi jika polisi terlalu patuh pada aturan. Bahkan, ketika menangani seorang gadis kecil, mereka menerapkan aturan seperti menghadapi seorang penjahat besar atau teroris. Hanya karena si gadis kecil berusia enam mengamuk di sekolahnya, polisi tega memborgol dan menangkapnya dengan tuduhan penyerangan.

Adalah Salecia Johnson, gadis kecil yang masih duduk di bangku TK ini, harus merasakan balutan kencang borgol polisi karena dia mengamuk di sekolah. ''Kebijakan kami adalah seluruh tahanan dibawa ke kantor polisi dalam kendaraan patroli dan dalam keadaan diborgol ke belakang. Tak ada batasan umur untuk aturan ini,'' ujar Kepala Polisi Milledgeville, Dray Swicord.

Swicord berdalih Johnson diborgol demi keamanannya sendiri dan orang lain. ''Tapi, dia tidak masuk dalam sel dan keselamatan dia adalah yang paling utama,'' ujarnya.
Sebelumnya, Johnson dibawa ke ruang kepala sekolah karena ketahuan mendorong dua temannya. Dia juga dikatakan merobek benda-benda di dinding ruang kepala sekolah dan melemparkan sejumlah perabotan. ''Kadang-kadang dia memang suka berubah-ubah emosinya, seperti kita juga. Tampaknya, itulah hari buruknya,'' ujar ibunda Johnson, Constance Ruff.
Atas perlakuan itu, kedua orangtua Johnson melancarkan protes kes dan berusaha mencari dukungan dari komunitas hak asasi manusia untuk menolak tindakan itu.

Monday, January 17, 2011

Polisi: Penembak Bus TransJ Memang Sering Membuat Onar

Jakarta - Nico, si penembak bus TransJakarta rupanya bukan sosok yang asing bagi polisi. Dari data yang dimikili polisi, Nico memang bisa dibilang si pembuat onar.

"Memang ada record di kepolisian di mana dia memang sering membuat onar," kata Kapolsek Penjaringan AKBP Achmad Ibrahim saat dikonfirmasi wartawan, Senin (17/1/2011).

Achmad mengatakan, polisi dapat dengan cepat menangkap Nico karena bantuan intelijen. Polisi memiliki semua data tentang Nico, termasuk mobil yang dimilikinya.

"Sehingga dia cepat ditangkap," katanya.

Nico diduga menembak bus Transjakarta koridor IX (Pluit - Pinangranti) saat sedang berada di Halte Bus Transjakarta di Jalan Pluit Permai Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu 15 Januari 2011 pukul 20.30 WIB. Bus Transjakarta bernomor polisi B-7282-IV itu ditembak di tutup tangki BBG.

Nico menembakkan timah panas 5 kali ke udara. Salah satunya diarahkan ke bus TransJ, Sabtu (15/1/2011) malam. Karena aksinya ini, Nico dikenai UU Darurat tentang No 12/1951 tentang Bahan Peledak dan Senjata Api.

Tembakan itu dia letuskan karena merasa terhalang oleh laju bus TransJ yang sedang menurunkan penumpang di halte. Kala itu, Nico memang menyerobot jalur khusus bus itu dengan menumpang Mitsubishi Lancer. Nico juga sempat mengeluarkan lencana sebuah angkatan.

Tembakan itu menakutkan pengemudi bus sehingga tancap gas setelah menurunkan penumpang. Nico tidak puas, lalu mengejar bus itu sembari memuntahkan tembakan.

Beberapa jam setelah itu, Nico ditangkap polisi di rumahnya di perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dari tangan tersangka, juga didapati senjata api dan 1.600 butir ekstasi. Nico saat ini meringkuk di Polres Jakarta Utara.

Sunday, January 16, 2011

Dua Pembacok TNI di Depok Diserahkan ke Polisi

Jakarta - Dua pelaku pembacokan terhadap anggota TNI, Kopda Amiruddin (33), telah diserahkan ke Polres Depok. Mereka pun dinyatakan sebagai tersangka dan mendekam di balik jeruji besi.

Menurut Kapolres Depok Kombes Ferry Abraham, kedua pelaku ini dibawa ke polisi oleh tokoh masyarakat Amir Latuconsina (49). Kedua pelaku ini adalah Muhammad Nur Wailissa (26) dan Freddy Seipalla (26). Keduanya warga Depok kelahiran Ambon.

"Semalam pada 16 Januari 2011 pukul 23.00 WIB, kita sudah mengamankan dua tersangka. Ada salah satu tokoh menyerahkan tersangka ke polres, sehingga kita melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan," kata Ferry kepada detikcom, Senin (17/1/2011).

Mengenai motif pelaku, dugaan sementara polisi adalah balas dendam. Menurut Ferry, seorang pelaku mukanya lebam-lebam akibat baku hantam.

"Diduga ini aksi balas dendam," imbuh Ferry.

Kepada polisi, salah satu pelaku mengaku pada awalnya ada perkelahian di cafe dan saudaranya dipukuli. Pelaku lantas bertanya pada pihak keamanan yang rupanya adalah korban, Amiruddin (33), yang merupakan anggota TNI.

"Dia tanya 'mana yang memukuli saudara saya'. Nggak ketemu akhirnya malah ribut dengan korban. Korban pun dipukuli," jelas Ferry.

Amiruddin tewas bersimbah darah akibat luka bacok di kepala. Pelaku dikenakan pasal 359 KUHP karena menghilangkan nyawa orang lain dengan ancaman 5 tahun penjara.

"Tadinya mau balas dendam, malah salah orang," tutupnya.

Bom di Kampus UKI Nihil, Polisi Telusuri Jejak Pengirim SMS

Jakarta - Kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, dinyatakan aman dari bom setelah dilakukan penyisiran selama 1,5 jam oleh polisi. Namun polisi hingga kini masih menelusuri pelaku pengancam bom melalui pesan singkat dengan bekerjasama dengan provider telekomunikasi.

"Dari penyisiran tadi dari pukul 10.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB, kita tidak menemukan barang yang mencurigakan di lokasi kampus. Kita sudah sisir semua gedung Fisip, Sastra, Kedokteran, Teknik dan Rektorat, itu tidak ada," ujar Kasat Reskrim Polres Jaktim Kompol Dodi Rahmawan saat ditemui di Kampus UKI, Cawang, Jaktim, Senin (17/1/2011).

Menurut Dodi, pihaknya juga telah memeriksa 5 mahasiswa yang menerima pesan singkat berisi ancaman bom itu. Namun kelimanya mengaku tidak mengenal pelaku.

"Mereka mengaku tidak mengenal siapa pengirimnya. Sampai saat ini juga kita masih menyusuri jejak pengirim dengan bekerjasama dengan provider," terang Dodi.

Dodi menambahkan, pesan singkat ancaman bom dikirim pelaku ke 5 mahasiswa dan mahasiswi. Rahmi, salah satu penerima pesan singkat dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan mengirim balik pesan singkat itu ke Pembantu Rektor (Purek) I. Pesan singkat itu lalu disebarkan ke pihak kampus dan pihak pengamanan. Setelah tidak ditemukan siapa pengirimnya, pihak kampus menghubungi polisi.

Bunyi pesan singkat ancaman bom UKI itu yakni, "Kalau masih sayang nyawa besok jangan ke kampus karena besok saya mau ledakkan kampus UKI. Saya dendam dengan UKI yang tidak meluluskan dua kali sidang saya."

Pantauan terakhir detikcom, 2 anjing pelacak dari Unit K9 Polda Metro Jaya sudah dipulangkan. Mahasiswa dan karyawan sudah masuk kembali seperti biasa.