Showing posts with label sepak bola. Show all posts
Showing posts with label sepak bola. Show all posts

Saturday, January 25, 2014

Mereka yang Pantas dan Tidak

Kualifikasi Piala Dunia sudah berakhir. 820 laga sudah dijalani 206 negara anggota FIFA, termasuk juara bertahan Spanyol. Untuk pertama kalinya kali ini, juara bertahan diharuskan untuk mengikuti fase kualifikasi dan hanya tim tuan rumah yang mendapat jatah lolos otomatis ke putaran final. Babak kualifikasi Piala Dunia 2014 dimulai dengan pertandingan antara Belize melawan Montserrat yang dimenangi Belize dengan skor 5-2 serta diakhiri dengan hasil imbang 0-0 antara Uruguay dan Yordania.

32 negara sudah dipastikan ambil bagian tahun depan dan negara kita, masih belum beruntung. Bukan soal nasib semata, tentunya, tetapi ini lebih soal usaha yang masih jauh dari harapan. Kita, Indonesia, belum bisa lolos ke Piala Dunia karena kita memang tidak (atau belum?) pantas berada di sana. Sisi positifnya, untuk kita yang masih terus menjaga optimisme, adalah bahwa selalu masih ada kesempatan berikutnya dan kita bisa terus berbenah, walau entah sampai kapan.

Bicara soal kepantasan tampil di Piala Dunia, berarti bicara soal kualitas persepakbolaan suatu negara. Babak play-off zona Eropa kemarin menghadirkan kembali perdebatan soal siapa yang layak dan siapa yang tidak. Dalam konteks ini, kita bicara soal Prancis (baca: Franck Ribéry), Meksiko, Swedia (baca: Zlatan Ibrahimovic), dan Portugal (baca: Cristiano Ronaldo). Perdebatan soal siapa yang layak dan tidak pada akhirnya mengerucut kepada empat negara ini, karena negara-negara lain yang dianggap layak, sudah memastikan diri lolos sebelumnya.

Kita mulai dari Prancis. Negara ini memang negara sepak bola. Mereka bisa secara konsisten menghasilkan pemain-pemain berkelas yang berlaga di berbagai liga top Eropa. Liga mereka, Ligue 1, meskipun bukan merupakan liga terbaik di Eropa, adalah salah satu liga dengan produk terbaik. Tidak perlu disebutkan siapa saja produk terbaru mereka. Semua pasti sudah hafal di luar kepala.

Pertanyaannya adalah, meski dihuni pemain-pemain terkenal, apakah timnas mereka cukup baik untuk berlaga di putaran final Piala Dunia?

Sejak tampil di final Piala Dunia 2006, prestasi timnas Prancis belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Piala Dunia 2010 menjadi titik nadir prestasi Prancis di abad ke-21 ini. Prancis memang tersingkir cepat di Piala Dunia 2002, tetapi setidaknya, penampilan mereka kala itu tidak seburuk di 2010. Di Piala Dunia 2010, penampilan mereka begitu loyo dan mereka seperti tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Raymond Domenech sudah kehilangan kendali atas ruang gantinya dan akibat dari hal itu sangat fatal.

Usai penampilan yang tak kalah mengecewakan di Piala Eropa 2012, Prancis harus melakoni fase kualifikasi Piala Dunia. Mereka mungkin sial karena harus berada satu grup dengan Spanyol. Dalam perspektif counterfactual history, Prancis bisa saja lolos otomatis sebagai juara grup jika saja mereka tidak segrup dengan Spanyol. Mereka akhirnya finis di peringkat kedua dan harus melakoni babak play-off kontra Ukraina. Prancis akhirnya berhasil lolos setelah menang agregat 3-2 atas Ukraina, tetapi, pertanyaan soal kepantasan tersebut tak kunjung hilang.

Apakah Prancis pantas? Ya, mereka pantas. Setidaknya mereka pantas diberi kesempatan. Mereka memiliki pemain-pemain yang bagus dan akan dirindukan oleh khalayak di pentas seakbar Piala Dunia. Mereka juga memiliki pemain-pemain muda menjanjikan seperti Kurt Zouma, Raphael Varane, Lucas Digne, Geoffrey Kondogbia, Florian Thauvin, dan Paul Pogba yang setidaknya bisa menjadi alternatif harapan tatkala senior-senior mereka tak mampu lagi berbuat banyak. Jika saya ditanyai 100 kali apakah Prancis pantas ke Piala Dunia, maka saya akan menjawab ‘Ya’ sebanyak 100 kali pula.

Kemudian Meksiko. Negara ini menunjukkan tren menurun dalam dua tahun ke belakang di zona Concacaf. Tadinya, mereka adalah negara yang paling ditakuti di zona Amerika Utara, namun sekarang, Amerika Serikat lah negara sepak bola terbesar di zona tersebut. Keberadaan Juergen Klinsmann, disebut-sebut membuat Amerika Serikat selalu yakin untuk meraih kemenangan di setiap laga.


Meksiko, meski dihuni pemain-pemain yang cukup berkualitas, seperti kesulitan untuk menuntaskan kualifikasi lebih cepat. Di momen-momen terakhir, mereka bahkan harus ‘berterima kasih’ kepada rival bebuyutan mereka, Amerika Serikat yang berhasil menjungkalkan saingan utama Meksiko untuk tempat play-off, Panama, di menit-menit akhir.

Meksiko memang akhirnya lolos ke babak play-off dan mereka juga sudah berhasil memastikan diri lolos ke putaran final setelah mengalahkan wakil Oseania, Selandia Baru dengan agregat 9-3. Selandia Baru, meskipun merupakan tim terkuat di Oseania, tentunya di atas kertas bukan lawan sepadan bagi Meksiko. Jika Meksiko menang, itu bukan suatu hal yang besar. Mereka memang seharusnya menang, kalau perlu dengan margin besar seperti yang sudah mereka lakukan.

Meksiko mungkin tidak seburuk yang kita bayangkan. Mereka tetap pantas untuk berlaga di Piala Dunia karena mereka memang masih menjadi salah satu wakil terbaik yang bisa dikirimkan oleh Concacaf. Menilik kualitas pemain yang dimiliki, rasanya Meksiko masih akan bisa berbuat banyak dibandingkan dengan Panama atau Jamaika. Meksiko, menilik performa mereka di Olimpiade 2012, rasanya bisa memberi harapan akan sebuah penampilan yang baik di putaran final sebuah turnamen.

Kemudian kita beralih ke dua tim yang paling sering dibahas di fase play-off lalu, Swedia dan Portugal. Mau bagaimanapun juga, Swedia dan Portugal adalah soal Zlatan dan Ronaldo. Tidak bisa dielakkan lagi bahwa ini memang soal mereka berdua dan 44 pemain lain yang terlibat di sana hanya bersifat komplementer. Faktanya adalah, Portugal lolos dan Swedia tersingkir. Zlatan Ibrahimovic, salah satu pesepakbola terbaik di planet ini harus menerima kenyataan bahwa ia gagal tampil di Piala Dunia yang mungkin akan menjadi Piala Dunia terakhirnya.


Pertanyaannya serupa. Apakah Portugal lebih pantas lolos dibanding Swedia?

Jawabannya lagi-lagi ‘ya’. Portugal, terlepas dari sosok Cristiano Ronaldo yang menjadi sorotan utama, secara keseluruhan lebih pantas lolos ke Piala Dunia. Tim Portugal memang lebih bagus dibanding Swedia, walaupun dalam penampilan pada babak kualifikasi, kedua tim sama-sama menunjukkan inkonsistensi yang mengkhawatirkan. Portugal, khususnya, belum juga berhasil menunjukkan permainan yang menjanjikan dan masih belum mampu lepas dari bayang-bayang tim golden generation mereka.

Namun pada akhirnya, semua tim sudah melalui ujian yang sesuai dengan kemampuan mereka. Demikian pula dengan Portugal, Prancis, dan Meksiko. Mereka semua sudah lulus dan sudah menunjukkan bahwa mereka pantas berada di Brasil tahun depan.

Prestasi tim nasional merupakan muara dari keseluruhan proses persepakbolaan yang dilakukan suatu negara. Ada berbagai tahapan yang harus dilalui di sini, mulai dari pembinaan pemain muda sampai penyelenggaraan kompetisi, mulai dari pembinaan pelatih dan wasit sampai dengan tim nasional. Semua berjalan secara kolektif dan simultan. Semua tahapan memiliki urgensi dan tingkat kepentingan yang sama. Lalu ketika kita bicara soal kepantasan mereka ada di Piala Dunia, sesungguhnya kita bicara soal hal ini.

Mengapa mereka bisa berlaga di Piala Dunia? Karena mereka memang pantas. Mengapa mereka pantas? Karena sepak bola mereka bagus. Mengapa sepak bola mereka bagus? Karena mereka melakukan apa yang seharusnya dilakukan dengan baik. Mengapa mereka bisa melakukan apa yang seharusnya dengan baik? Karena mereka sadar betul bahwa sepak bola bukan pekerjaan yang bisa selesai dalam semalam.

Lalu ketika kita sangkutkan dengan kondisi sepak bola kita, maka persoalan kita yang paling mendasar adalah bahwa kita belum memiliki kesadaran tersebut.

Sunday, December 15, 2013

David Moyes Masih Berharap Datangkan Cristiano Ronaldo

David Moyes tetap menyimpan harapan untuk menukangi Cristiano Ronaldo di Manchester United suatu saat kelak, dan percaya kans itu masih terbuka terlepas dari pernyataan sang pemain yang ingin menghabiskan kariernya bersama Real Madrid.

Musim panas lalu mengemuka spekulasi bahwa CR7, yang sempat memperkuat Setan Merah selama enam tahun, bakal kembali ke Old Trafford.

Tetapi kapten tim nasional Portugal itu pada akhirnya malah menyepakati ekstensi kontrak lima tahun dengan El Real, dan baru-baru ini menegaskan intensi untuk terus merumput di ibu kota Spanyol sampai gantung sepatu.

Dengan demikian, peluang untuk baliknya Ronaldo ke Theatre of Dreams pun tampaknya menipis, namun itu tak membuat Moyes berhenti berharap.

"Semua orang di Manchester United akan mengatakan kepada Anda dia yang terbaik dalam permainan ini," kata sang suksesor Sir Alex Ferguson kepada MUTV.

"Saya belum cukup beruntung untuk bekerja bersamanya, tapi masih ada harapan bahwa suatu hari hal itu akan memungkinkan," imbuhnya.

Saturday, November 30, 2013

Francois Gallardo: Tahun Depan, Lionel Messi Tinggalkan Barcelona

Agen FIFA, Francois Gallardo, melaporkan sebuah kabar yang cukup mengejutkan. Bintang Barcelona Lionel Messi disebutnya akan meninggalkan Camp Nou pada tahun depan.

Pernyataan Gallardo itu disampaikan di Punto Pelota, sebuah acara televisi sepakbola yang cukup terkenal di Spanyol.

"Selama satu bulan, hubungan antara penasihat Messi dan klub renggang. Sang pemain merasa dikhianati dan sudah memutuskan akan hengkang pada akhir musim," ujar Gallardo, seperti dikutip Football Espana.

"Faktanya, ia sudah meraih kesepakatan lisan dengan tim lain, dan mulai Februari atau Maret, mereka akan memulai rencana transfer."

"Pada akhir September, yakni dua bulan lalu, pemain Blaugrana dan agennya bertemu dengan Barca. Sang pemain menginginkan adanya revisi dalam kontraknya dengan klub Catalan yang menjamin akan memenuhinya."

"Kenaikan [nilai kontrak] disepakati. Namun, setelah satu bulan, klub bertemu dengan dia dan menjelaskan kalau mereka tidak bisa memenuhi hal itu."

Menurut Gallardo, keputusan Messi untuk pergi sudah bulat.

"Keputusan sudah diambil. Leo Messi akan meninggalkan Barca pada akhir musim. Ia akan pergi ke negara yang sangat dekat dengan kami [Spanyol]," ujarnya lagi.

Saturday, June 29, 2013

Gelontorkan Rp 7,3 Triliun, Barcelona Klub Paling Royal Beli Pemain

Setelah gagal meraih trofi liga Champions musim ini, Barcelona tampaknya mulai berbenah. Salah satu indikatornya adalah mereka berani merogoh kocek lebih dalam untuk pembelian pemain-pemain baru. Bahkan dibanding semua klub di Eropa, Barcelona adalah tim paling royal, yang berani menggelontorkan tambahan dana paling besar membeli pemain baru dan untuk tambahan kontrak baru.
Pada musim lalu, tim asal Spanyol itu hanya mengeluarkan biaya sebesar 194,4 juta Euro atau sekitar Rp2,5 triliun untuk membayar para pemainnya.
Tapi sekarang, seperti dilansir dailymail, Minggu (9/6/2013) lalu, mereka menggelontorkan dana 560 juta euro atau sekitar Rp7,3 triliun untuk kebutuhan pembelian atau transfer pemain. Ada peningkatan sebesar 365,6 juta euro atau Rp4,8 triliun. Angka inilah yang membuat Barca menjadi klub paling royal di Eropa dan mungkin di dunia sekarang ini.
Di posisi kedua (dilihat dari jumlah uang yang dikeluarkan) ditempati oleh Real Madrid. Tim ini pada tahun ini menggelontorkan biaya sebesar 425,5 juta Euro atau sekitar Rp5,5 triliun.
Meski menempati peringkat kedua dilihat dari besarnya duit yang mereka keluarkan, namun Real Madrid tahun ini telah melakukan penghematan. Dibanding musim sebelumnya, tim yang pernah disebut-sebut sebagai klub terkaya di dunia itu mengalami penurunan biaya untuk pembelian pemain.
Real Madrid telah berhemat 5,72 juta Euro atau sekitar Rp73,8 miliar. Tahun lalu mereka mengeluarkan dana untuk pembelian pemain sebesar 431,2 juta Euro (sekitar Rp5,6 triliun), tapi tahun ini menjadi 425,48 juta Euro atau sekitar Rp 5,5 triliun.
Sedangkan di peringkat ketiga ditempati oleh Manchester United. Tim yang juara Liga Premier itu menggelontorkan dana sebesar Rp4,6 triliun. Setelah Chelsea, klub asal Eropa yang masuk 15 besar rangkingnya dilihat dari besarnya jumlah dana yang dikeluarkan untuk pembayaran pemain adalah Manchester City (332,56 juta Euro), Bayern Muenchen (314,34 juta Euro), Arsenal (268,87 juta Euro), Juventus, Tottenham Hotspur, Liverpool, PSG, Dortmund, AC Milan, Atletico Madrid, dan Inter Milan.
Para peneliti kemudian menghitung perbedaan atau selisih antara total biaya yang mereka keluarkan untuk membayar para pemainnya di musim 2012-2013 dengan pembayaran yang mereka lakukan sekarang dengan hadirnya beberapa pemain baru. Termasuk pembayaran dan kontrak untuk pelatihnya.
Dilihat dari perbedaan biaya tersebut, urutan tim mengalami peningkatan biaya terbesar nomor satu tetap Barcelona. Ada peningkatan sebesar 365,6 juta euro atau Rp 4,8 triliun yang dikeluarkan manajemen klub Barca untuk pembelian pemain.
Di peringkat kedua, klub dengan peningkatan biaya terbesar adalah Borussia Dortmund yang mengalami peningkatan sebesar 147,84 juta Euro. Tahun lalu hanya 51,43 juta Euro, kini mereka menggelontorkan 199,26 juta Euro.

Sunday, November 11, 2012

KPSI Gagal Daftarkan Pemain ke AFF

Keinginan KPSI untuk mendaftarkan para pemainnya ke Piala AFF 2012 tampaknya harus kandas. Dalam situs resminya, AFF merilis nama-nama yang terdaftar adalah pemain yang dikirim oleh PSSI.
Kegagalan tersebut menjadi pukulan telak bagi KPSI yang sebelumnya optimistis timnya yang akan turun di Piala AFF, November 2012 mendatang.
Meski begitu, dalam rilis tersebut, nama-nama pemain dari kompetisi ISL juga tercatat dalam skuat Indonesia. Di antaranya adalah, Bambang Pamungkas, Firman Utina, I Made Wirawan, Patrich Wanggai, Ahmad Bustomi dan Hamka Hamzah. Sementara untuk posisi pelatih, nama Nil Maizar dan asistennya Fabio Olievira.

Berikut nama-nama pemain yang dirilis dari situs resmi AFF.
Kiper: Samsidar, Wahyu Tri Nugroho, Hendra Prasetya, I Made Wirawan.
Bek: Hengky Ardiles, Hamdi Ramdan, Wahyu Wijastanto, Diego Michiels, Fachrudin, Valentino Telaubun, Novan Setya Sasongko, Nopendi, Hamka Hamzah, Arthur Irawan.
Tengah: Elie Aiboy, Vendry Mofu, Taufiq, Octovianus Maniani, Hendra Adi Bayauw, Jajang Paliama, Rasyid Assyahid Bakri, Firman Utina, Ahmad Bustomi, Raphael Guillermo.
Depan: Irfan Bachdim, Samsul Arif, M.Nur Iskandar, Rahmat Syamsudin Leo, Bambang Pamungkas, Patrich Wanggai, Cornelius Gedy, Andik Vermansyah, Johny Van Beukering, Tonnie Herry Cusel, Agung Supriyanto

Wednesday, July 18, 2012

FIFA Setuju Pemakaian Jilbab Di Sepakbola

Di masa mendatang tak akan ada lagi halangan kepada para muslimah untuk mengenakan jilbab dalam pertandingan sepakbola. Induk organisasi sepakbola dunia FIFA dikabarkan telah menyetujui aturan pemakaian jilbab kepada para pemain perempuan Muslim.

Keputusan yang disepakati pada Kamis waktu setempat itu sekaligus mementahkan larangan jilbab yang pernah diberlakukan sejak 2007.

Panel yang dikenal sebagai IFAB ini tidak keberatan untuk pemakaian jilbab kepada para muslimah di dalam pertandingan sepakbola. Keputusan tersebut diambil setelah komite medis FIFA memutuskan dua desain jilbab yang tidak mengancam keselamatan bagi pemakainya.

Desain yang disepakati harus bisa cepat dilepas serta tidak menganggu proses penyelamatan. Sebelumnya aturan sepakbola telah melarang penggunaan peralatan berbahaya atau yang menampilkan simbol-simbol keagamaan saat tampil di lapangan hijau.

Wakil presiden FIFA Pangeran Ali dari Yordania sempat memimpin selama setahun lebih untuk membatalkan larangan tersebut. Ia menyerukan agar diberikannya izin bermain kepada pemain sepakbola Muslimah.

Sejauh ini ada dua negara Islam yang masih memandatkan pemain perempuannya mengenakan jilbab, yakni Iran dan Arab Saudi. Tahun lalu Iran telah dibatalkan dalam laga kualifikasi untuk Olimpiade London karena adanya larangan berjilbab.

Thursday, July 12, 2012

Gaji Tak Terbayar, Tiga Pemain Asing Persipro Mengemis

Semakin memprihatinkan saja kesejahteraan pemain sepakbola di Indonesia ini, tiga pemain Persipro Bond-U harus mengemis di jalan akibat gaji yang belum terbayar.
Syilla Mbamba, Camara Abdoulaye Sekou dan Salomon Begondo, tiga pemain asing gabungan dua tim, Persipro Probolinggo dan Bondowoso United yang tampil di Divisi Utama PSSI harus mengemis di depan Kantor Walikota Probolinggo.
Ketiga pemain ini mengaku belum mendapatkan gaji, mereka hanya menerima 15 persen dari nilai kontrak. Dalam aksinya, mereka membawa kardus yang bertuliskan. "Tolong Koin untuk Pemain Asing Persipro".
Sementara kardus lain bertuliskan "Tolong bayar uang kami", "Tolong hargai pengorbanan kami selama satu musim".
Sebelumnya, ketiga pemain ini sempat menemui jajaran manajemen, namun bukannya hak yang seharusnya mereka dapat, janji-janji kosong yang mereka raih.
"Musim kompetisi sudah selesai, tetapi kami bertiga belum dibayar. Kami ingin segera pulang ke Afrika. Saya ingin merayakan Ramadhan di tanah air saya," ujar Mbamba seperti yang dilansir dari Surabaya Post.
"Kami berkali-kali menemui manajemen, tetapi hingga sekarang belum juga dibayar," tambah Mbamba.
Naas bagi mereka, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang mereka miliki telah habis. Dan untuk mengurus Kitas, dibutuhkan dana setidaknya Rp 30 juta

Sunday, January 16, 2011

Pemerintah Tak Hadir, Sidang Gugatan Burung Garuda Ditunda Dua Minggu

Jakarta - Sidang gugatan pemakaian lambang burung Garuda di kostum Timnas Sepakbola ditunda dua mingggu hingga 31 Januari 2011. Pemerintah selaku pihak yang digugat atau kuasa hukum yang mewakilinya tidak hadir di persidangan.

Sidang pidana yang dimohonkan oleh pengacara publik David Tobing ini digelar di PN Jakpus, Jl Gadjah Mada, Senin (17/1/2011).

Tobing sebagai penggugat juga tidak datang dan diwaliki oleh tiga kuasa hukumnya. Sidang dipimpin oleh hakim Ennid Hasanudin dan berlangsung hanya 5 menit dari pukul 13.30 WIB hingga pukul 13.35 WIB.

"Sidang ditunda dua minggu dengan perintah juru sita pengadilan untuk memanggil kembali pihak yang tergugat, pada persidangan yang akan datang," ujar Ennid sebelum menutup sidang.

Sebelum itu, Ennid juga memeriksa kelengkapan syarat-syarat persidangan. Dia menemukan belum kembalinya tanda terima pengiriman surat panggilan bersidang kepada dua tergugat yakni PSSI (tergugat IV) dan PT Nike Indonesia (tergugat V).

Sementara tanda terima surat panggilan sidang untuk Presiden (tergugat I), Mendiknas (tergugat II), Menpora (tergugat III), sudah diterima kembali oleh pengadilan.

"Yang kembali baru tergugat I, II dan III. Selebihnya belum," kata Ennid.

Dalam kesempatan itu, Harry Simanjuntak, pengacara Tobing juga melakukan perubahan draf gugatan. Namun perubahan tersebut tidak signifikan. Hanya alamat PSSI yang sebelumnya ditulis di Jl HR Rasuna Said menjadi di Gelora Bung Karno.

"Menurut isi UU, lambang Garuda itu tidak boleh digunakan sembarangan. Makanya kita mengajukan gugatan. Agenda berikutnya kita pertama mau mediasi dulu," tutur Ennid.

Dalam gugatannya, David menggugat Presiden, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga, PSSI dan PT Nike Indonesia. David menilai Presiden dan Mendiknas selaku penanggung jawab lambang negara harus bertanggung jawab, termasuk Menpora yang membiarkan Garuda dipasang dalam kostum.