Friday, February 24, 2012

Melihat Biaya Tersembunyi Dalam Membeli Pesawat

Dalam rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membeli pesawat kepresidenan, Sekretariat Negara sudah mengajukan jawaban.

Alasan yang mereka ajukan adalah dengan membeli pesawat kepresidenan, meski seharga Rp 814 miliar, negara akan menghemat lebih banyak jika dibandingkan dengan menyewa pesawat seperti yang sudah dilakukan selama ini. Tepatnya lebih murah $ 32,136 juta (Rp 289,63 miliar) daripada biaya sewa pesawat kepresidenan selama lima tahun.

Kami menanyakan pada pembaca Yahoo! Indonesia apakah argumen bahwa membeli lebih menghemat daripada menyewa bisa menjadi pemakluman yang dapat diterima. Banyak yang menyatakan pembelian pesawat kepresidenan tetap tidak bisa masuk di akal. Alasannya, jika membeli dianggap lebih hemat, apakah Sekretariat Negara sudah menghitung biaya perawatan yang akan muncul berbarengan dengan semakin tua usia pesawat?

Salah satu pembaca, Wong Ndeso di Jakarta menulis, "Bukannya kalau membeli selalu dihitung modal beserta bunganya, ditambah dengan biaya operasionalnya, ditambah dengan biaya perawatan termasuk perawatan berbasis kalender yang harus dilakukan walaupun pesawat tidak dipakai? Sedangkan benefitnya adalah pemakaian pesawat yang paling hanya beberapa kali saja dalam sebulan ditambah pendapatan senilai harga jual pesawat jika kelak tidak dipakai lagi."

Selain itu, ia juga menambahkan, "Jika menyewa dari Garuda yang merupakan BUMN bukankah berarti memberi tambahan pemasukan kepada Garuda yang merupakan BUMN yang berarti kembali kepada negara?"

Komentar dari Wong Ndeso ini terpilih menjadi komentar favorit karena mendapat 25 suara dari pembaca dan 23 balasan.

Pembaca lain, REDzone dari Jakarta juga mengkritisi hitung-hitungan untung rugi yang diajukan oleh Sekretariat Negara. "Dengan menyewa, negara tidak direpotkan dengan maintenance pesawat, gaji pilot, gaji pelayan. Presiden cuma tinggal duduk dengan nyaman di kursi di mana uang sewa akan kembali ke negara (jika yang disewa adalah pesawat maskapai dalam negeri). Dengan membeli, negara akan direpotkan dengan persoalan maintenance, gaji pilot dan crew pesawat, sewa hanggar parkir pesawat."

Javku menyoroti kerugian yang muncul dari membeli pesawat daripada menyewa, terutama bagi BUMN yang selama ini menyewakan pesawat. "Menyewa pesawatnya ke BUMN, artinya duitnya keluar dari kantong kiri ke kantong kanan. Jadi kalau menyewa sebenarnya nggak ada kerugian, karena ujungnya itu duit balik lagi buat keuntungan BUMN yg disewa pesawatnya. Justru dengan beli kita kehilangan devisa dengan bayar ke perusahaan luar."

Selain biaya perawatan pesawat, Javku juga melihat akan muncul biaya pesawat saat idle, "karena pesawat kepresidenan ini pastinya bakal banyak menganggur di hanggar, jadi secara cost tidak efisien karena tidak digunakan secara komersial." Ia lebih melihat pesawat kepresidenan sebagai urusan gengsi semata.

Pembaca Juspa di Jakarta melihat pesawat ini akan lebih sering membuat Presiden jalan-jalan ke luar negeri dan ini, menurut dia, tidak akan bermanfaat banyak bagi masyarakat Indonesia. "Selama ini diplomasi selalu gagal kok," katanya soal perjalanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke luar negeri.

Tumpulnya diplomasi Indonesia dalam pertemuan-pertemuan antarnegara juga menjadi perhatian Jinjer di Jakarta. "Diplomasi juga hasilnya tidak menguntungkan RI, malah merugikan. Buat apa? Sama saja mempermudah pihak asing mengeruk kekayaan negara."

Roel di Jakarta menyodorkan sudut pandang lain. "Seharusnya tolak ukurnya bukanlah Indonesia harus punya pesawat kepresidenan tapi sebenarnya seberapa sering Presiden akan mengadakan kunjungan ke luar negeri? Kalau keluar negerinya Presiden beserta menteri-menteri dan kolega-koleganya hanya untuk show of force bahwa kami dari Indonesia sudah pakai pesawat sendiri, ini tidak ada manfaatnya buat rakyat Indonesia karena merupakan pemborosan."

Prioritas, menurut Roel, lebih harus diletakkan pemerintah pada upaya membangun pabrik untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi beserta produk turunannya dan bisa dipasarkan ke luar negeri. "Nah kalau seperti ini barulah namanya Presiden beserta menteri-menterinya bekerja untuk rakyat. Menghutang barang mati artinya sama dengan menghutang barang yang tdk menghasilkan uang."

Meski begitu, tampaknya gengsi menjadi pertimbangan bagi mereka yang pro dengan rencana pembelian pesawat kepresidenan. Raffi Jimly di Bandung, misalnya. "Presiden sebagai simbol Negara, Indonesia yang kaya raya, fasilitas presidennya juga harus baik. Ini menyangkut harga diri bangsa lho. Nggak malu apa tiap kepala negara kita kunjungan kerja ke luar negeri sewa pesawat melulu yang pastinya standar keamanan dan fasilitasnya jauh berbeda dengan pesawat khusus kepresidenan? Setidaknya bisa sedikit memberikan kepercayaan buat negara asing bahwa negara kita kuat dari segi ekonomi."

Mieke Ls di Jakarta juga menyatakan, "Siapa yang akan jadi presiden berikutnya akan menjadi gampang untuk bernegosiasi dengan negara manapun karena negara kita tidak bisa disepelekan."

Ada beberapa pembaca yang juga menggunakan kata 'kebanggaan' dalam komentarnya mendukung pembelian pesawat. ArdhieCOM di Palembang mengatakan, "Kalau saya, bangga punya negara yang bisa beli pesawat, yang penting prosesnya transparan dan kalau pun ada ketimpangan kita serahkan saja ke pihak berwenang."

Atau kata Kong di Jakarta, "Perlu kita ketahui Indonesia adalah negara besar dan di kemudian hari akan semakin besar pula pengaruhnya di dunia ini. Oleh karena itu dituntut seorang kepala negara yang memiliki mobilitas sangat tinggi dan efisiensi waktu pula, kalau hanya mengandalkan pesawat sewaan dapat dipastikan akan banyak membuang-buang waktu dalam perjalanan dinas tanpa bisa berbuat apa-apa."

Sementara Sammy di Jakarta bertanya, "Apakah harus selalu traveling? Apakah harus punya pesawat agar dihargai? Apakah sudah mengefektifkan gaya manajemen? Apakah dengan adanya pesawat tidak akan lebih sering traveling, terutama keluarga presiden?"

Pertanyaan yang paling penting di situ adalah, kenapa pesawat harus menjadi alasan untuk punya kebanggaan? Bukankah seharusnya kita bangga pada hal-hal yang mendasar dari sebuah negara, seperti kesejahteraan ekonomi yang merata, adilnya penegakan hukum, serta rendahnya angka korupsi? Kenapa kebanggaan itu harus kita beli dan bukannya kita ciptakan?

Beberapa pembaca lain menyarankan agar perdebatan tidak terjebak dengan opsi membeli atau menyewa, tapi malah membuat sendiri.

Seperti kata Dewi di Jakarta, "PT DI itu buat apa dong? Cuma praktik bikin pesawat mainan?" Ada juga Tunggal di Jakarta yang menulis komentar, "Adalah akan lebih "bernilai nasional" kalau PT DI mendapat tugas membuat pesawat kepresidenan yang canggih, handal, efisien. Selanjutnya juga mungkin ada RI-001 dan RI-002 yang memberikan kehandalan berpergian tinggi, kalau yang satu ngadat masih ada yang satu lagi, sehingga tidak mengganggu kelancaran tugas presiden."

Thursday, February 23, 2012

Sering Pindah Rumah Ganggu Kesehatan Anak

Masalah pekerjaan selalu menuntut para orangtua untuk berpindah rumah, baik ke luar kota maupun ke luar negeri. Tapi penelitian terbaru menunjukkan seringnya berpindah rumah justru berimbas pada kesehatan sang anak.

Menurut temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health menemukan anak-anak yang sering ikut orangtuanya pindah rumah lebih cenderung mengalami gangguan kesehatan psikologis dan meningkatkan kemungkinan anak menggunakan obat-obatan terlarang.

Hasil temuan ini didasarkan pada penelitian yang menganalisis data dari 850 anak yang diamati selama 20 tahun.

Saat anak berusia 18 tahun, 59 persen mengakui mereka telah pindah rumah sebanyak satu atau dua kali. Bahkan satu dari lima anak mengakui telah pindah rumah sebanyak tiga kali.

Peneliti juga menemukan anak-anak dari orangtua tunggal (single parent) dan orangtua angkat lebih cenderung pindah rumah dibandingkan anak-anak dari keluarga besar (empat saudara kandung atau lebih).

Hasil penelitian menunjukkan anak-anak yang berpindah rumah sebanyak dua hingga tiga kali, lebih mungkin menggunakan obat-obatan terlarang dan tiga kali lebih mungkin memiliki keinginan untuk membunuh, ketimbang anak-anak yang tidak pernah pindah rumah.

"Bagi banyak orang, pindah rumah merupakan pengalaman positif karena dapat meningkatkan keadaan keluarga. Namun, bagi beberapa anggota keluarga, terutama anak-anak, pindah rumah justru membuat mereka stres dan dapat memicu masalah kesehatan serta perubahan perilaku kelak mereka dewasa," papar Dr Denise Brown, from the Social and Public Health Sciences Unit in Glasgow, dilansir melalui Dailymail, Selasa (7/2).

Tuesday, February 21, 2012

Stop Menyentuh Wajah dengan Tangan!

Secara tak sadar, kita pasti sering menyentuhkan tangan pada wajah, entah itu untuk mengelus-elus dagu, menyentuh pipi, menggaruk hidung, menyandarkan pipi ke telapak tangan, atau sekadar mengenyahkan rambut yang menutupi muka. Sadarkah Anda bahwa kemungkinan besar itulah yang membuat wajah Anda berjerawat?


Telapak tangan = sumber bakteri
Nyaris semua aktivitas kita sehari-hari dilakukan dengan tangan. Maka tak heran jika sebagian besar bakteri dan kuman yang kita temui setiap hari menempel di tangan kita.

Jerawat terbentuk saat pori-pori tersumbat oleh sel kulit mati, minyak, atau kosmetik, kemudian bercampur dengan bakteri. Bayangkan apa yang terjadi saat kulit wajah kita sudah ditutupi oleh minyak dan debu setelah seharian beraktivitas, lalu tangan kita yang penuh kuman menyentuh-nyentuh kulit. Tak heran jika jerawat di wajah tak kunjung berkurang.

Masalahnya, biasanya aktivitas menyentuh wajah ini dilakukan secara tidak sadar. Atau jika dilakukan secara sadar, sulit sekali rasanya untuk menahan diri. Bagaimana caranya menghentikan kebiasaan buruk ini?

1. Pastikan tangan selalu bersih
Tak salah jika sejak dulu ibunda selalu mengingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun. Tak perlu sering-sering, karena akan membuang bakteri baik dan membuat kulit tangan jadi kasar, namun setidaknya selalu cuci tangan setiap habis melakukan aktivitas yang mentransfer banyak kuman.

Ingat, setelah tangan dicuci, bukan berarti kita bebas menyentuh wajah. Ini hanya untuk jaga-jaga, setidaknya jika kita tak sengaja menyentuh wajah, tangan sedang dalam keadaan "tak kotor-kotor amat".

Yang terpenting, pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih saat tiba waktunya mengoleskan pelembab, sunscreen, krim malam, masker, atau obat jerawat.

2. Jangan memainkan rambut
Rambut mengandung minyak yang jika menyentuh wajah (baik langsung maupun melalui perantara tangan) bisa menambah penumpukan minyak di kulit muka dan menyebabkan jerawat.

3. Gunakan punggung tangan
Jika Anda benar-benar harus menyentuh wajah, misalnya untuk mengenyahkan benda asing, gunakan punggung tangan dan bukan telapak tangan. Punggung tangan tidak bebas kuman, tapi jumlahnya tak sebanyak kuman di telapak tangan.

4. Sibukkan tangan Anda
Biasanya kebiasaan menyentuh-nyentuh jerawat dan mengelus-elus kulit wajah dilakukan saat sedang iseng. Untuk mengalihkannya, beri kebiasaan lain bagi tangan Anda, misalnya memainkan jemari tangan. Memasukkan tangan ke dalam saku, memegang sebuah benda dengan dua tangan, dan melipat tangan di depan dada juga bisa jadi "penahan" agar tangan tak jalan-jalan.

5. Pakai sarung tangan
Ini berlaku untuk Anda yang sering tak sengaja menyentuh wajah saat tidur di malam hari. Tentunya Anda harus memastikan sarung tangan Anda bersih dan selalu rutin dicuci. Mau trik oke? Oleskan lotion pelembap ke telapak tangan sebelum tidur dan tutupi dengan sarung tangan. Anda pun akan bangun dengan tangan yang lembut dan halus.

6. Libatkan orang-orang terdekat
Beri tahu sahabat, kekasih, adik, kakak, mama, papa, dan rekan-rekan kerja tentang efek buruk menyentuh wajah dengan tangan. Ingatkan mereka untuk menegur Anda saat Anda melakukannya.

Sunday, February 19, 2012

Susah Tidur? Delapan Hal Inilah Penyebabnya

Ketika gangguan tidur terjadi lebih dari satu bulan, ada baiknya Anda mulai memerhatikan sejumlah faktor pemicu. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin saja menyebabkan Anda menjadi 'manusia kelelawar' belakangan ini.

Sakit
Dalam satu studi terungkap bahwa dari sekitar 15 persen orang yang menderita penyakit kronis, setidaknya dua per tiga dari mereka dilaporkan mengalami kesulitan tidur. Sakit punggung, sakit kepala, dan masalah pada persendian menjadi penyebab utama sulit tidur.

Stres dan masalah mental
Insomnia adalah paduan dari gejala dan akibat dari depresi dan kegelisahan. Karena otak menggunakan 'sinyal' serupa untuk mengatur jadwal tidur dan emosi, sangat sulit untuk menentukan mana yang harus dimunculkan lebih dulu. Situasi atau kejadian yang membuat stres, seperti masalah uang atau perkawinan, sangat ampuh untuk memicu insomnia. Bahkan, bisa jadi masalah ini akan berkepanjangan.

Mengorok
Dalam sejumlah kasus, mengorok merupakan gejala dari sleep apnea, kelainan yang dikaitkan dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.

Jet lag
Melintasi zona waktu bisa mengacaukan jam biologis ini. Jam inilah yang memerintahkan otak Anda tidur ketika gelap dan terbangun saat terang. Tubuh Anda baru dapat menyesuaikan dengan satu perubahan dalam tiga hari. Bila Anda kerap melintasi berbagai zona waktu, jet lag dapat menyebabkan masalah tidur.

Friday, February 17, 2012

Kecewa Vonis Hakim, Warga Sumenep Sebar 3 Karung Ular

Mohammad Amin benar-benar nekat. Warga Desa Sumber Nangka, Kecamatan Arjasa, kabupaten Sumenep ini nekat melepas puluhan ekor ular min berbisa dalam tiga buah karung di gedung Pengadilan Negeri Sumenep, Selasa 7 Februari 2012.

Amin melepas puluhan ular itu dibantu dua pawing yang sengaja dibawanya. Akibat aksinya, pegawai PN Sumenep berhamburan keluar gedung pengadilan karena takut digigit ular. Sedangkan Amin ditangkap polisi untuk dimintai keterangan.

Amin mengaku aksi itu dilakukan gara-gara kesal karena kasus sengketa lahan Sekolah Dasar Negeri Duko I di Kecamatan Arjasa antara dirinya sebagai ahli waris penggugat, dan Pemkab Sumenep sebagai tergugat tiba-tiba diputus majelis hakim tanpa dihadiri dirinya atau pengacaranya. »Ini tidak adil, hukum hanya menyentuh masyarakat kecil,” katanya, Selasa 7 Januari 2012.

Menurut Amin aksinya bukan untuk mencelakai orang. Dia hanya ingin membasmi »tikus-tikus” yang banyak menghuni gedung PN Sumenep dan hanya bisa dimusnahkan dengan ular berbisa. »Terakhir saya datang masih pembacaan kesimpulan, tiba-tiba saya sudah dapat salinan putusan yang memenangkan Pemkab,” ujarnya dengan kesal.

Setelah Amin diamankan polisi, puluhan pegawai PN Sumenep kemudian menangkap puluhan ular itu dan dimasukkan ke dalam karung. Ular-ular dibawa ke markas Polresta Sumenep sebagai barang bukti.

Kasus ini sendiri bermula tahun 2009 lalu. Amin tiba-tiba menyegel gedung SDN Duko I. Dia beralasan penyegelan itu dilakukan karena tanah seluas 2500 m2 yang dibangun SDN Duko adalah milik keluarganya dan pemkab hanya meminjam. »Sudah 35 tahun tanah saya dipakai, tapi kami tak pernah dapat ganti rugi, makanya saya menuntut sekarang” ungkapnya.

Wednesday, February 15, 2012

Fosil Spons Namibia Merupakan Hewan Pertama di Dunia

Para ilmuwan yang melakukan penggalian di taman nasional Namibia telah menemukan fosil seperti spons yang mereka katakan merupakan hewan pertama, sebuah penemuan yang akan mendorong munculnya kembali kehidupan satwa jutaan tahun yang lalu.

Fosil berbentuk makhluk kecil itu ditemukan di Etosha National Park Namibia dan di berbagai situs lainnya di seluruh negeri dalam bebatuan yang berusia 760 dan 550 juta tahun, sebuah tim beranggotakan 10 peneliti internasional, hal ini diungkapkan dalam sebuah makalah yang diterbitkan South African Journal of Science.

Itu berarti hewan, yang sebelumnya diperkirakan muncul 600 juta hingga 650 juta tahun yang lalu, telah muncul 100 juta hingga 150 juta tahun sebelumnya, kata para penulis.

Hal itu juga berarti gumpalan berongga – berukuran setitik debu dan tertutup lubang yang memungkinkan cairan lolos dan keluar dari tubuh mereka – merupakan nenek moyang kita, kata rekan penulis Tony Prave, seorang ahli geologi di University of St Andrews di Skotlandia.

"Jika kita melihat silsilah keluarga dan proyek mundur anda akan menjumpai apa yang disebut kelompok induk, nenek moyang semua hewan, maka ya, ini akan menjadi nenek moyang kita paling awal," ujarnya pada AFP.

Prave mengatakan bukti fosil bahwa hewan tersebut muncul 760 juta tahun yang lalu cocok dengan hipotesis genetika yang melihatnya melalui "jam molekuler ", sebuah alat untuk mengukur usia suatu spesies dengan melihat persentase perbedaan antara DNA miliknya dan dari spesies lain.

"Aspek ini agak memuaskan, setidaknya secara intelektual, melalui kesepakatan secara luas yakni genetika memberi tahu kita melalui jam molekuler ketika kita melihat bentuk pertama multi-selular kehidupan," ujarnya.

Monday, February 13, 2012

Wah, Merpati Airlines Kembali Terancam Bangkrut

JAKARTA -- PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) kembali terancam bangkrut jika pada Juni 2012 tidak segera mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 250 miliar.

"Tadi kita rapat dengan jajaran manajemen Merpati membahas kondisi perusahaan. Jika pada Juni ini tidak mendapat dana sebesar Rp250 miliar maka perusahaan dipastikan 'collapse'," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan, di Gedung MPR/DPR, Selasa.

Menurut Dahlan, manajemen sangat membutuhkan dana tersebut untuk membuat operasional perusahaan dapat berjalan dengan stabil.

Diketahui Merpati sebelumnya telah mendapat suntikan dana sebesar Rp 561 miliar, namun baru diterima pada akhir Desember 2011 padahal seharusnya sudah harus diterima pada Juni 2011 sesuai dengan keputusan pemerintah.