Showing posts with label kecantikan. Show all posts
Showing posts with label kecantikan. Show all posts

Monday, January 20, 2014

5 Kebiasaan Makan di Restoran Penyebab Kegemukan

Apabila Anda sedang dalam sebuah program diet, bukan berarti anda tidak dapat makan di restoran. Namun seringkali Anda melakukan berbagai kesalahan yang tidak Anda sadari, dan hal ini dapat mengganggu program diet Anda atau malah menambah asupan kalori yang tidak seharusnya. Mari kita simak apa saja lima kebiasaan kita yang menjadi kesalahan yang umum dilakukan saat Anda makan di restoran.
1. KEBIASAAN: Jika diet, makanlah salad.
FAKTANYA: Sayangnya prinsip ini tidak selalu benar. Anda kadang melupakan bahwa kebanyakan salad yang disediakan di tempat makan sudah dicampur dengan berbagai macam bahan tambahan (atau disebut dressing), sebut saja mentega, minyak atau mayonaise. Dimana bahan-bahan tersebut justru memiliki kadar saturated fat yang lumayan banyak. Jika Anda ingin salad yang benar-benar sehat, cobalah minta salad yang bersih dari berbagai bahan tambahan tersebut. Selain itu, Anda juga dapat meminta agar saus tambahan disajikan dalam tempat terpisah.
2. KEBIASAAN: Steak, sehat atau tidak?
FAKTANYA: Jika Anda ingin makanan yang rendah lemak, kadang Anda berpikir untuk memesan steik daging bersih (lean meat). Anda sampai lebih memilih potongan rib eye steak daripada menghindari potongan steik sirloin dan T-Bone yang memiliki sisi lemak lebih banyak. Hal ini sudah baik, namun justru Anda sering melupakan bahwa menu steik juga disajikan dengan berbagai bumbu tambahan dan makanan pendamping. Seringkali bumbu pendamping mengandung kadar gula dan minyak yang tinggi. Terlebih lagi jika hidangan sampingan yang Anda pesan berupa kentang goreng. Jika Anda ingin makan steik, cobalah perhatikan makanan pendamping (side dish) yang disediakan, hindari kentang goreng, roti dan nasi putih yang berlebihan. Sebagai gantinya, Anda bisa memesan sayuran atau porsi sedang kentang tumbuk (mashed potatoes).
3. KEBIASAAN: Makan porsi kecil
FAKTANYA: Makan porsi kecil tidak selalu berarti Anda makan lebih sedikit kalori. Jadi permasalahannya bukanlah pada porsi yang anda makan tapi apa jenis makanan yang Anda makan, dan bagaimana makanan tersebut dimasak. Jadi coba alihkan perhatian Anda bukan hanya pada porsi makanan, namun juga pada cara memasak makanan tersebut. Cobalah cari makanan yang direbus atau dipanggang daripada makanan yang digoreng. Karena dengan proses masak digoreng, sama saja menambahkan lemak jenuh yang berpotensi risiko menjadi kolesterol jahat.
4. KEBIASAAN: Tampak makanan dapat menipu
FAKTANYA: Makanan dapat terlihat menipu. Namun jangan biarkan tampak makanan mengalihkan perhatian Anda. Cobalah melihat secara lebih teliti, apa komposisi makanan yang ada di depan Anda, apakah terlalu banyak karbohidrat seperti nasi dan roti, atau terlalu berminyak. Memperhatikan hal kecil seperti ini dapat mengurangi jumlah asupan makanan yang tidak sehat.
5. KEBIASAAN: Percaya penuh pada menu
FAKTANYA: Bertanyalah!  Jika Anda sedang makan di restoran, seringkali Anda hanya cukup melihat sekilas pada menu makanan malah seringkali terdistraksi memperhatikan harga dari makanan, sehingga seringkali jadi memesan makanan yang sekilas menurut Anda sehat. Namun Anda tidak mengetahui bagaimana proses pembuatan makanan, dan komponen lain yang ditambahkan pada makanan tersebut. Jadi jangan malu untuk bertanya tentang makanan yang akan anda makan. Individu yang sadar akan kesehatan cenderung bertanya lebih banyak tentang makanan yang akan mereka makan, untuk memastikan mereka hanya menyantap makanan yang sehat.
Berbagai hal diatas seringkali dilakukan, namun tidak disadari. Padahal dengan melakukan beberapa langkah mudah tersebut, anda dapat mengurangi jumlah makanan tidak sehat yang akan merusak diet Anda. Ingat, bahwa anda adalah apa yang anda makan! Jadi cobalah lebih kritis dan makan lebih sehat.

Tuesday, February 21, 2012

Stop Menyentuh Wajah dengan Tangan!

Secara tak sadar, kita pasti sering menyentuhkan tangan pada wajah, entah itu untuk mengelus-elus dagu, menyentuh pipi, menggaruk hidung, menyandarkan pipi ke telapak tangan, atau sekadar mengenyahkan rambut yang menutupi muka. Sadarkah Anda bahwa kemungkinan besar itulah yang membuat wajah Anda berjerawat?


Telapak tangan = sumber bakteri
Nyaris semua aktivitas kita sehari-hari dilakukan dengan tangan. Maka tak heran jika sebagian besar bakteri dan kuman yang kita temui setiap hari menempel di tangan kita.

Jerawat terbentuk saat pori-pori tersumbat oleh sel kulit mati, minyak, atau kosmetik, kemudian bercampur dengan bakteri. Bayangkan apa yang terjadi saat kulit wajah kita sudah ditutupi oleh minyak dan debu setelah seharian beraktivitas, lalu tangan kita yang penuh kuman menyentuh-nyentuh kulit. Tak heran jika jerawat di wajah tak kunjung berkurang.

Masalahnya, biasanya aktivitas menyentuh wajah ini dilakukan secara tidak sadar. Atau jika dilakukan secara sadar, sulit sekali rasanya untuk menahan diri. Bagaimana caranya menghentikan kebiasaan buruk ini?

1. Pastikan tangan selalu bersih
Tak salah jika sejak dulu ibunda selalu mengingatkan untuk mencuci tangan dengan sabun. Tak perlu sering-sering, karena akan membuang bakteri baik dan membuat kulit tangan jadi kasar, namun setidaknya selalu cuci tangan setiap habis melakukan aktivitas yang mentransfer banyak kuman.

Ingat, setelah tangan dicuci, bukan berarti kita bebas menyentuh wajah. Ini hanya untuk jaga-jaga, setidaknya jika kita tak sengaja menyentuh wajah, tangan sedang dalam keadaan "tak kotor-kotor amat".

Yang terpenting, pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih saat tiba waktunya mengoleskan pelembab, sunscreen, krim malam, masker, atau obat jerawat.

2. Jangan memainkan rambut
Rambut mengandung minyak yang jika menyentuh wajah (baik langsung maupun melalui perantara tangan) bisa menambah penumpukan minyak di kulit muka dan menyebabkan jerawat.

3. Gunakan punggung tangan
Jika Anda benar-benar harus menyentuh wajah, misalnya untuk mengenyahkan benda asing, gunakan punggung tangan dan bukan telapak tangan. Punggung tangan tidak bebas kuman, tapi jumlahnya tak sebanyak kuman di telapak tangan.

4. Sibukkan tangan Anda
Biasanya kebiasaan menyentuh-nyentuh jerawat dan mengelus-elus kulit wajah dilakukan saat sedang iseng. Untuk mengalihkannya, beri kebiasaan lain bagi tangan Anda, misalnya memainkan jemari tangan. Memasukkan tangan ke dalam saku, memegang sebuah benda dengan dua tangan, dan melipat tangan di depan dada juga bisa jadi "penahan" agar tangan tak jalan-jalan.

5. Pakai sarung tangan
Ini berlaku untuk Anda yang sering tak sengaja menyentuh wajah saat tidur di malam hari. Tentunya Anda harus memastikan sarung tangan Anda bersih dan selalu rutin dicuci. Mau trik oke? Oleskan lotion pelembap ke telapak tangan sebelum tidur dan tutupi dengan sarung tangan. Anda pun akan bangun dengan tangan yang lembut dan halus.

6. Libatkan orang-orang terdekat
Beri tahu sahabat, kekasih, adik, kakak, mama, papa, dan rekan-rekan kerja tentang efek buruk menyentuh wajah dengan tangan. Ingatkan mereka untuk menegur Anda saat Anda melakukannya.