Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

Saturday, August 3, 2013

Din Syamsuddin: Warga Muhammadiyah Lebaran pada 8 Agustus 2013

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan, warga Muhammadiyah akan merayakan hari raya Idul Fitri 1434H, pada 8 Agustus 2013.
Hal itu didasarkan pada ketetapan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah.
"Muhammadiyah melalui keputusan Majelis Tajrih sudah menetapkan Idul Fitri 1434H akan jatuh pada 8 Agustus mendatang," kata Din di Gedung PP Muhammadiyah, Senin (29/7/2013).
Din menuturkan, penetapan 8 Agustus 2013 sebagai hari raya Idul Fitri karena pada 7 Agustus 2013 sudah terjadi konjungsi matahari, bumi dan bulan pada satu garis lurus.
"Apabila dengan ketinggian cukup diatas 3 derajat, sudah bisa diperhitungkan secara ilmiah maka kami berkeyakinan 7 Agustus hilal syawal sudah ada," ujarnya.
Mengenai terjadi perbedaan pendapat penetapan hari raya Idul Fitri, terutama dengan pemerintah atau yang lainnya, Din meminta hal itu harus toleransi. Bila pemerintah harus melihat hilal dan jika hilal belum terlihat pada 7 Agustus 2013, tentunya akan menambah puasa.
"Dengan perbedaan itu Insha Allah Ukhuwah tetap terjaga," tuturnya.

Wednesday, July 18, 2012

FIFA Setuju Pemakaian Jilbab Di Sepakbola

Di masa mendatang tak akan ada lagi halangan kepada para muslimah untuk mengenakan jilbab dalam pertandingan sepakbola. Induk organisasi sepakbola dunia FIFA dikabarkan telah menyetujui aturan pemakaian jilbab kepada para pemain perempuan Muslim.

Keputusan yang disepakati pada Kamis waktu setempat itu sekaligus mementahkan larangan jilbab yang pernah diberlakukan sejak 2007.

Panel yang dikenal sebagai IFAB ini tidak keberatan untuk pemakaian jilbab kepada para muslimah di dalam pertandingan sepakbola. Keputusan tersebut diambil setelah komite medis FIFA memutuskan dua desain jilbab yang tidak mengancam keselamatan bagi pemakainya.

Desain yang disepakati harus bisa cepat dilepas serta tidak menganggu proses penyelamatan. Sebelumnya aturan sepakbola telah melarang penggunaan peralatan berbahaya atau yang menampilkan simbol-simbol keagamaan saat tampil di lapangan hijau.

Wakil presiden FIFA Pangeran Ali dari Yordania sempat memimpin selama setahun lebih untuk membatalkan larangan tersebut. Ia menyerukan agar diberikannya izin bermain kepada pemain sepakbola Muslimah.

Sejauh ini ada dua negara Islam yang masih memandatkan pemain perempuannya mengenakan jilbab, yakni Iran dan Arab Saudi. Tahun lalu Iran telah dibatalkan dalam laga kualifikasi untuk Olimpiade London karena adanya larangan berjilbab.

Saturday, July 14, 2012

Terjemahan 3.226 Ayat Al-Quran Pemerintah Keliru?

Ratusan miliar rupiah anggaran pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama kini diselisik Komisi Pemberantasan Korupsi. Tak hanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kitab umat Islam menuai perhatian dan permasalahan. Terjemahan versi Kementerian Agama terhadap Al-Quran juga menuai protes.
Majelis Mujahidin Indonesia mencatat ada 3.226 ayat Al-Quran terjemahan versi pemerintah keliru. »3.226 ayat Al-Quran versi pemerintah yang diteliti Amir Mujahidin, Ustad Muhamad Thalib, keliru,” kata Ketua MMI Sumatera Utara, Zulkarnain, kepada Tempo, Kamis, 5 Juli 2012.
Zulkarnain menyebutkan, terjemahan Al-Quran versi pemerintah banyak terjadi kekeliruan. »Yang paling fatal itu pada Surat Al-Baqarah ayat 191, yakni bunuh di mana pun kamu temukan mereka (kafir),” kata Zulkarnain.
Terjemahan itu, lanjut Zulkarnain, sangat terkesan Islam itu radikal. ”Semestinya terjemahannya arti tafsiriah. Pemerintah menerjemahkannya kata demi kata, harfiah,” ujar Zulkarnain.
Sejak 2010, MMI telah mengingatkan Kementerian Agama terhadap kekeliruan itu. ”MMI di Sumatera Utara, saya di 2011 bertemu dengan pejabat Kanwil Kementerian Agama, saat itu Syariful Mahya Bandar memberikan terjemahan dari penelitian 10 tahun Ustad Muhamad Thalib, tapi mereka menyatakan itu bukan domainnya,” kata Zulkarnain.
Kepala Bidang Qurais Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Zulfan Arif enggan memberikan komentar soal itu. Dihubungi Tempo, Zulfan berkilah hal itu sudah lama.
Mengenai penerimaan Al-Quran, Zulfan tidak tahu. »Tanya kepada Kabid Pondok Pesantren dan Pengembangan Masjid, Jaharudin,” kata dia.
Jaharudin yang mengaku tengah berada di Batam, tidak hafal dengan jumlah Al-Quran yang diterima oleh Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara. ”Sudah 4 hari saya di Batam, saya tidak berani menyebutkannya karena takut salah, bisa gawat,” kata dia.
Jaharudin melanjutkan, sejak tiga hari lalu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama telah meminta laporan penyaluran Al-Quran. ”Laporannya telah dikirim oleh staf, hari ini, mereka sudah keluar kantor dan tidak ingat jumlahnya,” ujar Jaharudin.
Kementerian Agama, sebut Jaharudin, kerap memberikan Al-Quran ke Kanwil Kemenag Sumatera Utara. ”Berdasarkan permintaan, Al-Quran dibagikan ke masyarakat dan masjid-masjid,” kata Jaharudin.
Tudingan MMI soal terjemahan Al-Quran bukan kali pertama disampaikan. Pada April 2011, Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI Pusat, Irfan S. Awwas, mengatakan bom bunuh diri di masjid Kepolisian Resor Kota Cirebon pada medio April 2011 adalah tanggung jawab Kementerian Agama. Ia menilai pemerintah salah menerjemahkan Al-Quran selama puluhan tahun. Kesalahan terjemahan pada sekitar 3.400 ayat itu diduga memicu tindakan radikalisme.
Kementerian Agama membantah tuduhan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) bahwa terjadi kekeliruan dalam menerjemahkan 3.400 ayat Al-Quran ke dalam bahasa Indonesia.

Monday, January 17, 2011

Tokoh Pergerakan Minta Forum Lintas Agama Tolak Undangan SBY

Jakarta - Presiden SBY mengundang sejumlah tokoh lintas agama untuk bertemu di Istana Negara. Namun sejumlah tokoh pergerakan meminta forum lintas agama untuk menolak undangan tersebut.

"Pertemuan ini harus meminta mereka jangan mau bertemu SBY. Kalau mereka mau ketemu SBY hilang rasa hormat saya kepada mereka," ujar Permadi yang juga politikus Gerindra, dalam acara Pertemuan Meja Bundar 100 Tokoh Pergerakan '2011: Tahun Kebenaran'di Gedung Joang 1945, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Senin (17/1/2011).

Selain itu, Permadi juga mendukung gerakan revolusi untuk merubah pemerintahan yang dinilainya sudah banyak melakukan kebohongan.

"Pak Tyasno (Sudarto-mantan KSAD) mengatakan revolusi nurani. Revolusi tidak mungkin damai, revolusi harus berdarah-darah," serunya.

Selain Permadi, mantan Ketua Iluni UI, Hariadi Darmawan juga menyerukan agar para tokoh lintas agama menolak undangan SBY. Menurut Hariadi, apa yang disampaikan para tokoh tersebut sebagai ungkapan hati nurani.

"Harapan saya mereka tidak perlu datang tidak perlu dialog lagi. Mereka bicara nurani bukan bicara politik," tutur mantan dokter militer ini.

Hariadi menambahkan, apabila tokoh agama sudah bergerak maka itu sebagai sinyal akan turunnya pemerintahan.

"Di Filipina ketika tokoh agama, kardinal sudah bergerak maka Marcos Turun," kata Hariadi.

Lebih lanjut Hariadi mengatakan, ungkapan tokoh agama layaknya suara Tuhan. Untuk itu dia meminta agar SBY mau melaksanakan apa yang disampaikan para tokoh tersebut.

"Istilahnya tidak lagi tawar-menawar. Dia mau melaksanakan itu atau dia habis, diturunkan," tuntas pria berusia 72 tahun tersebut.