Showing posts with label pssi. Show all posts
Showing posts with label pssi. Show all posts

Thursday, July 12, 2012

Gaji Tak Terbayar, Tiga Pemain Asing Persipro Mengemis

Semakin memprihatinkan saja kesejahteraan pemain sepakbola di Indonesia ini, tiga pemain Persipro Bond-U harus mengemis di jalan akibat gaji yang belum terbayar.
Syilla Mbamba, Camara Abdoulaye Sekou dan Salomon Begondo, tiga pemain asing gabungan dua tim, Persipro Probolinggo dan Bondowoso United yang tampil di Divisi Utama PSSI harus mengemis di depan Kantor Walikota Probolinggo.
Ketiga pemain ini mengaku belum mendapatkan gaji, mereka hanya menerima 15 persen dari nilai kontrak. Dalam aksinya, mereka membawa kardus yang bertuliskan. "Tolong Koin untuk Pemain Asing Persipro".
Sementara kardus lain bertuliskan "Tolong bayar uang kami", "Tolong hargai pengorbanan kami selama satu musim".
Sebelumnya, ketiga pemain ini sempat menemui jajaran manajemen, namun bukannya hak yang seharusnya mereka dapat, janji-janji kosong yang mereka raih.
"Musim kompetisi sudah selesai, tetapi kami bertiga belum dibayar. Kami ingin segera pulang ke Afrika. Saya ingin merayakan Ramadhan di tanah air saya," ujar Mbamba seperti yang dilansir dari Surabaya Post.
"Kami berkali-kali menemui manajemen, tetapi hingga sekarang belum juga dibayar," tambah Mbamba.
Naas bagi mereka, Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang mereka miliki telah habis. Dan untuk mengurus Kitas, dibutuhkan dana setidaknya Rp 30 juta

Friday, March 16, 2012

Dana Distop Pemerintah, Arifin Panigoro Bantu PSSI

Keputusan pemerintah yang akan menghentikan subsidi bagi PSSI, ternyata mendapat perhatian dari pengusaha minyak dan gas Indonesia, Arifin Panigoro.

Keputusan Pemerintah yang tak akan memberikan kucuran dananya tersebut merupakan imbas dari kisruh di persepakbolaan Indonesia yang tak kunjung usai. Selain itu, kekalahan telak 10-0 di laga terakhir Pra Piala Dunia 2014 dari Bahrain juga memicu respon dari Pemerintah, karena adanya diskriminasi kepada pemain yang berlaga di liga yang tak diakui oleh PSSI.

Namun, Arifin Panigoro yang menjadi penggagas dibentuknya Liga Primer Indonesia (LPI) beberapa waktu lalu tersebut siap memberikan dana segarnya untuk kelangsungan PSSI dan juga Tim Nasional.

Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Farid Rahman, setidaknya dibutuhkan dana sebesar 40 juta Dolar atau sebesar Rp365 milyar untuk menjalankan program yang telah disusun.

"Idealnya 40 juta dolar AS itu meliputi dana dari pemerintah, hak siar dari televisi, sponsor dan penjualan tiket," ujar Farid seraya menjelaskan bahwa dana tersebut juga akan digunakan untuk program sport science dan pembinaan usia muda.

"Kekurangan dana tersebut akan ditanggung oleh Arifin dan pengusaha lain yang mencintai sepakbola Indonesia. Ada beberapa teman lain, tapi dia pemimpinnya," jelasnya.

"Ini menunjukkan komitmennya untuk masa depan sepakbola Indonesia. Arifin akan melakukan banyak hal. Dia mengorbankan banyak untuk membuat sepakbola Indonesia lebih baik," tandasnya.

Meski begitu, Farid juga mengungkapkan bahwa PSSI masih tetap membutuhkan bantuan dana dari Pemerintah, karena tanpa bantuan dana tersebut akan ada banyak kesulitan untuk menjalankan sepakbola di Indonesia.

"Kita masih membutuhkan dana bantuan dari pemerintah. Tanpa itu, maka sepakbola Indonesia bakal kesulitan," tegas Farid.