Showing posts with label PLN. Show all posts
Showing posts with label PLN. Show all posts

Wednesday, February 1, 2012

Tarif Listrik Bakal Naik

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo mengatakan tarif dasar listrik harus dinaikkan karena subsidi yang diberikan terlalu sedikit dibanding tahun lalu. "Tarif listrik di sini terlalu murah, sementara biayanya tinggi," ujarnya kemarin.

Subsidi tarif listrik, kata dia, akan diberikan negara kepada masyarakat tak mampu. Mereka adalah golongan pelanggan listrik 450 volt ampere (VA) sampai 900 volt ampere. Tahun ini subsidi listrik mencapai Rp 45 triliun. Jumlah ini lebih rendah dibanding subsidi tahun lalu yang sebesar Rp 66 triliun.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman, menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan dua opsi kenaikan tarif dasar listrik. Pertama, hanya pelanggan 450 VA yang tidak mengalami kenaikan tarif sedangkan pelanggan lainnya akan terkena kenaikan tarif 10 persen. Opsi kedua, tarif pelanggan 450 VA dan 900 VA sama-sama naik. "Tetapi kenaikan baru dikenakan setelah pemakaian mencapai di atas 60 kilowatt hour (kWh) per bulan," kata Jarman. Jika usul kenaikan tarif ini ditolak, kata dia, pemerintah akan mengusulkan tambahan subsidi Rp 8,9 triliun. "Subsidi bakal tambah tinggi dan mencapai Rp 53,9 triliun."

Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji mengatakan tarif listrik merupakan kewenangan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat. "PLN hanya melaksanakan keputusan pemerintah," ujarnya.

PLN sendiri tetap berusaha melakukan efisiensi agar jatah subsidi sebesar Rp 45 triliun ini tetap mencukupi." Upaya efisiensi terbesar adalah menambah porsi batu bara dalam pasokan energi," katanya. Saat ini batu bara masih menjadi bahan bakar utama dengan porsi 43 persen, disusul bahan bakar minyak sebanyak 23 persen, dan gas sebesar 22 persen.

Kenaikan ini disambut dingin para pengusaha. Mereka meminta pemerintah bertindak proporsional bila jadi menaikkan tarif listrik. Selain itu, kenaikan diharapkan diberlakukan secara gradual. "Karena, bila kenaikan dilakukan berbarengan dengan pembatasan BBM bersubsidi, kondisi itu bakal menambah beban pengusaha," kata Thomas Darmawan, penasihat Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, kemarin.

Sunday, January 16, 2011

Dapat Jaminan Pemerintah, PLN Lanjutkan Tender PLTU Jateng

Jakarta - PT PLN (Persero) akan melanjutkan proses tender proyek pembangunan PLTU Jawa Tengah dengan kapasitas 2x1.000 MW. Ini dapat terlaksana setelah keluarnya Perpres No. 78/2010 tanggal 21 Desember 2010 dan Permen Keuangan (PMK) No.260/PMK.011/2010 terkait Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Infrastruktur Dalam Proyek Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha.

Demikian disampaikan oleh Direktur Bisnis dan Resiko Manajemen PLN Murtaqi Syamsuddin dalam jumpa pers di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Senin (17/1/2011).

"Perpres dan PMK yang telah terbit ini akan memungkinkan PLN untuk melanjutkan proses tender PLTU Jawa Tengah sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan," kata Murtaqi.

Murtaqi melanjutkan, diharapkan kontrak jual beli listrik atau Power Purchase Agreement Antara PLN dengan IPP dapat ditandatangani pada pertengahan tahun ini. "Diharapkan pembangkit PLTU Jateng ini nanti dapat beroperasi pada tahun 2016,"' lanjutnya.

Di kesempatan itu PLN menyampaikan pembangunan PLTU Jateng 2x1.000 MW ini dicanangkan pertama kali sebagai proyek kerjasama Pemerintah-Swasta pada Infrastructure Summit.

"Dibangunnya proyek ini, karena mengingat tingginya pertumbuhan listrik dan masih rendahnya rasio elektrifikasi. Oleh karena itu diharapkan proyek ini dapat memenuhi pertambahan dan meningkatkan rasio elektrifikasi," jelas Murtaqi.

"PLN sendiri juga memiliki keterbatasan kemampuan keuangan untuk berinvestasi di sektor kelistrikan. Maka itu partisipasi dari swasta dibutuhkan, yakni terkait proyek PLTU Jateng ini,'' ujar Murtaqi.

Murtaqi menambahkan proyek PLTU ini bernilai US$ 3 miliar dengan masa kontrak 25 tahun.

Terkait dengan masalah tender, sejauh ini PLN telah menyelesaikan Pra-Kualifikasi di November 2009 dan sudah ada 7 calon investor asing yang telah lulus proses pra-kualifikasi tersebut.

Adapun, ketujuh calon investor asing tersebut antara lain adalah:

  1. Mitsubishi
  2. Konsorsium China Yudean - CNTIC
  3. Konsorsium International Power & Mitsui
  4. Marubeni
  5. Kepco
  6. Guoha Electric Power Ctompany (GEPC) (Subsidiaru of Shenhuay)