Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

Friday, December 20, 2013

Harga Bensin di Raja Ampat Rp 15 Ribu Seliter

Mendapatkan bensin di Kabupaten Raja Ampat rupanya tidak mudah. Kalau pun ada, harganya relatif mahal.
"Di sini bensin kami beli Rp 15 ribu seliter. Bandingkan dengan di Makassar, hanya Rp 4.500 per liter," ujar Ahmad Hidayat yang ditemui di Penginapan Phuyakha Mengge, Jumat (22/11/2013) malam.
Penginapan Phuyakha Mengge ini berada di Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat. Ahmad adalah sarjana lulusan Universitas Negeri Makassar (UNM) yang sejak beberapa bulan terakhir mengajar di SMA Negeri 1 Waisai.
Ahmad juga adalah satu dari lebih 30 penerima beasiswa dari Kemendikbud RI pada program sarjana mendidik di wilayah terluar, terpencil, dan terbelakang yang ditempatkan di Kabupaten Raja Ampat.
Selain bensin, makan minum dan sewa kos di Waisai, pun mahal. Harga makan nasi dengan lauk pauk berupa ikan masak harganya paling murah Rp 15 ribu sepiring. Kalau makan nasi dengan lauk pauk ayam, harganya paling murah Rp 20 ribu. Kadang Rp 25 ribu sepiring.
"Ini pun harga makan di warung-warung rumahan. Kalau kita makan di rumah makan milik penginapan atau resort, harganya melambung tinggi," tambah Ahmad yang pernah mengajar di SMA Islam Athirah di Makassar ini.
Bagaimana harga kamar kos di Waisai? Sama halnya dengan biaya makan, Ahmad harus mengeluarkan uang lebih banyak kerimbang sewa kamar kos di Kota Makassar.
"Di Waisai, saya biaya kamar kos saya sampai Rp 750 ribu sebulan. Itu pun rumah warga dengan dinding kayu beralas semen biasa. Tak ada fasilitas tambahan semacam kipas angin apalagi AC," tutur Ahmad lagi.
Padahal jika di Makassar, katanya, dengan harga Rp 500 ribu sebulan, ia bisa mendapati kamar kos di dekat kampus yang dilengkapi pendingin udara dan televisi serta kasur empuk.
Makanya kata Ahmad, selama hidup di Raja Ampat, sarjana geografi ini harus irit. Maklum beasiswa dari pemerintah yang diperolehnya selama mengajar di Raja Ampat hanya Rp 2,5 juta sebulan.
"Kalau di Makassar, Rp 2,5 juta sebulan sudah aman kita. Tapi di Raja Ampat, uang Rp 2,5 juta itu sangat sedikit. Jadi di sini kami benar-benar mengabdi," tuturnya.
Untunglah katanya, harga minyak tanah di Waisai relatif murah, Rp 4.500 seliter. Ia pun menggunakan minyak tanah untuk memasak air dan nasi.
Walau demikian, tegas Ahmad, sedikit pun tak ada rasa menyesal ditempatkan di Waisai untuk mengajar. Ia pun mengakui, masih beruntung mengajar di Waisai.
Pasalnya di Waisai, daerahnya mulai berkembang. Pemukiman warga umumnya telah diterangi listrik oleh PLN. Kendaraan bermotor pun sudah ramai.
Sedangkan beberapa teman Ahmad yang ditempatkan mengajar di pulau-pulau lain yang masih wilayah Raja Ampat, lebih 'keras' tantangan kehidupannya. Karena di beberapa pulau tersebut belum diterangi listrik.
"Tapi kami semua bangga masih bisa memberi sebagian masa hidup kami untuk mengajar anak-anak di pulau-pulau terpencil, terluar, dan terbelakang dari Indonesia," ucapnya dengan nada bersemangat.

Wednesday, February 29, 2012

Premium dan Solar Rp 6.000 per Liter

Pemerintah mengusulkan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi Rp 1.500 per liter. Dengan kenaikan ini, harga Premium dan solar yang semula Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter. "Harga pada saat ini sudah tak valid," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik Selasa 28 Februari 2012 kemarin.

Menurut dia, harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Februari ini sudah berada pada level US$ 121,75 per barel. Harga tersebut melebihi asumsi yang ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012 sebesar US$ 90 per barel. Beban subsidi bakal membengkak melebihi Rp 123 triliun jika pemerintah tak menaikkan harga BBM. Tahun lalu realisasi subsidi mencapai Rp 165 triliun.

Pemerintah, menurut Jero, pernah menaikkan harga bahan bakar bersubsidi menjadi Rp 6.000 per liter pada Mei 2008. Saat itu harga ICP sebesar US$ 109 per barel. Selain itu, pemerintah mengajukan opsi lain berupa pemberian subsidi Rp 2.000 per liter untuk Premium dan solar.

Melalui kebijakan subsidi itu, pemerintah menanggung selisih harga keekonomian BBM dengan harga jual subsidi. Misalnya, jika harga keekonomian Rp 8.000 per liter, harga jual BBM Rp 6.000 per liter. Opsi diajukan, kata Jero, setelah mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia. "Subsidinya tetap dan kami tidak bahas ini setiap tahun."

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan usul kenaikan harga BBM akan diikuti dengan pemotongan anggaran belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 22 triliun. Langkah ini diambil untuk menyelamatkan APBN akibat lonjakan harga minyak dunia. Pemotongan anggaran, kata dia, difokuskan pada perjalanan dinas. Adapun belanja modal Rp 168,1 triliun tidak dikurangi. "Justru akan ditambah dari sisa anggaran yang difokuskan untuk infrastruktur," ujarnya.

Pemerintah memastikan defisit anggaran juga bakal naik menjadi 2,2 persen dari yang ditetapkan 1,5 persen. Menurut Hatta, tambahan defisit ini masih sesuai dengan rencana pemerintah, yakni di bawah 3 persen. "Kalau defisit APBD itu sebesar 0,4-0,5 persen," kata Hatta.

Untuk menutup defisit anggaran, pemerintah akan menambah utang baru. Dengan defisit 1,5 persen, jumlah utang ditetapkan Rp 124 triliun. Dengan perubahan defisit menjadi 2,2 persen, jumlah utang naik menjadi Rp 181,8 triliun. Jumlah ini bakal lebih besar jika pemerintah menaikkan asumsi produksi domestik bruto.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana mengatakan sejumlah asumsi makroekonomi dalam APBN Perubahan 2012 akan segera dikoreksi. Dia memperkirakan inflasi akan menembus angka 6 persen, bahkan mencapai 7 persen.