Monday, March 8, 2010

"The Hurt Locker" Terbaik di Oscar 2010


Academy Awards ke 82 telah selesai digelar dan berjalan sukses. Film 'The Hurt Locker' berhasil menjadi yang terbaik di ajang Piala Oscar 2010.

The Hurt Locker garapan sutradara Kathryn Bigelow menjungkirkan Avatar besutan James Cameron yang selama ini digadang-gadang akan berjaya di perhelatan akbar para insan film dunia tersebut.

Film Terbaik: The Hurt Locker
Sutradara Terbaik: Kathryn Bigelow (The Hurt Locker)
Aktor Terbaik: Jeff Bridges (Crazy Heart)
Aktris Terbaik:Sandra Bullock (The Blind Side)
Aktor Pendukung Terbaik: Christoph Waltz (Inglourious Basterds)
Aktris Pendukung Wanita Terbaik: Mo'Nique (Precious)
Naskah Adaptasi Terbaik: Geoffrey Fletcher (Precious)
Naskah Original Terbaik: Mark Boal (The Hurt Locker)
Film Animasi Terbaik: Up
Film Bahasa Asing Terbaik: El Secreto de Sus Ojos - Argentina
Desain Kostum Terbaik: The Young Victoria -Sandy Powell
Make Up Terbaik: Star Trek - Barney Burman, Mindy Hall dan Joel Harlow
Musik Terbaik (Original): 'The Weary Kind' (Crazy Heart)
Musik Original Score: Up - Michael Giaccino
Sinematografi Terbaik: Avatar - Mauro Fiore
Editing: The Hurt Locker
Sound Mixing: The Hurt Locker
Efek Visual: Avatar

Sunday, March 7, 2010

Marzuki Ingin Tim Pengawas Soal Century dari Komisi III Saja


Marzuki Ingin Tim Pengawas Soal Century dari Komisi III Saja

Ketua DPR mengusulkan agar tim pengawas hasil paripurna DPR soal Century dilakukan oleh Komisi III saja. Hal ini untuk mengefektifkan anggaran dan tugas-tugas legislatif lainnya.

"Pendapat pribadi saya, DPR salah satu fungsinya kan pengawasan. Jadi, untuk pengawasan pelaksanaan rekomendasi hasil paripurna Century, saya usul bagaimana kalau dilakukan di Komisi III saja? Toh Komisi III kan mengawasi tugas KPK, Kepolisian dan kejaksaan," kata Marzuki kepada detikcom, Minggu (7/3/2010).

Marzuki menambahkan, tim pengawas yang dibentuk secara khusus tidak masalah. Tetapi, karena tugas DPR lainnya masih banyak, khususnya soal pembuatan UU (legislating), sebaiknya pengawasan dilakukan oleh Komisi III saja.

"Kalau kita bentuk tim pengawas baru, selain Komisi III, saya kira terlalu banyak kita bentuk tim. Ini hanya keluarkan uang negara untuk honor," paparnya.

Marzuki menegaskan usulannya itu hanya sekadar usulan sebagai pribadi. Jika memang usulannya tidak disetujui, Marzuki pun akan ikut dengan keputusan pimpinan DPR bersama pimpinan fraksi-fraksi soal pembentukan tim pengawas.

"Itu pendapat pribadi saya loh. Kalau rapim memutuskan harus ada tim khusus, saya harus hargai. Sebagai anggota dewan, saya punya hak bicara juga kan," paparnya.

"Ingat, DPR selain pengawasan, kita punya tugas menyelesaikan 70 RUU prioritas yang ada dalam prolegnas. Mau diapain 70 RUU kalau kita sibuk dengan hiruk pikuk politik terus?" pungkasnya.

Polda Metro Sediakan Ruang Pengaduan BPKB/STNK

Liputan6.com, Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro menyediakan ruang khusus melayani pengaduan warga terkait dengan pelayanan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Traffic Management Center (TMC) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengatakan adanya ruang pelayanan pengaduan ini, masyarakat akan mudah menyampaikan kendala atau keluhannya saat memproses BPKB dan STNK.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono mengatakan, pelayanan keluhan masyarakat ini dalam rangka memberikan pelayanan surat-surat kendaraan secara cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.

Ruang pengaduan BPKB ini berada di kompleks gedung utama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto. Sedangkan ruang pengaduan STNK ada di semua Samsat yang berada di wilayah Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya juga memiliki ruang pelayanan keluhan masyarakat di kantor pelayanan Surat Izin Mengemudi, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Berkat membuka layanan pengaduan BPKB, STNK dan SIMN, Ditlantas Polda Metro Jaya mendapatkan sertifikasi ISO 9001-2008 untuk sistem manajemen mutu.(JUM/Ant)

Thursday, March 4, 2010

SBY 'Pasang Badan' Soal Bailout Century

JAKARTA - Presiden SBY menegaskan kebijakan menyelamatkan Bank Century dapat dipertanggung jawabkan untuk menyelamatkan perekonomian nasional dari situasi krisis.

"Kebijakan menyelamat Century dapat dipertangungjawabkan, sebagai pemimpin negara berkewajiban menghindarkan dari krisis baru," tandas Presiden SBY dalam pidatonya menanggapi sidang paripurna DPR tentang Bank Century di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2010) malam.

Menurut Presiden, kebijakan bailout tersebut ditujukan untuk mencegah pengalaman buruk seperti krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998.

SBY menjelaskan, sejak awal kebijakan penyelamatan Bank Century adalah sepenuhnya dengan maksud baik, niat baik, dan tujuan baik. Semua langkah dilakukan dengan mempetimbangkan berbagai opsi secara cepat dan tetap dengan memperhatikan pada prinsip kehati-hatian.